Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) siapkan strategi percepatan transformasi perguruan tinggi Indonesia menuju kategori World Class University (WCU) melalui penguatan ekosistem inovasi dan pembelajaran dari best practices (praktik baik, red) negara lain. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi strategis mengenai pengembangan WCU yang menghadirkan akademisi Malaysia, Zaini Ujang sebagai pembicara utama, Jumat (13/2).
Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib dalam sambutannya menegaskan bahwa pencapaian WCU melebihi soal peringkat global, melainkan tentang transformasi menyeluruh pendidikan tinggi Indonesia agar mampu menjadi rujukan dunia.
“Sebetulnya, banyak ilmu yang bisa jadi daya tarik sebagai local wisdom (kearifan lokal, red) Indonesia, seperti ilmu sosial kita. Tapi, kita perlu tingkatkan kualitas dan visibilitas perguruan tinggi Indonesia, sehingga suatu hari kampus tidak hanya menjadi lokomotif ekonomi, tetapi bisa menjadi lokomotif peradaban dan menyumbang pengetahuan pada dunia,” ujar Direktur Kelembagaan.
Dalam forum tersebut, dibahas bagaimana Malaysia secara konsisten membangun daya saing perguruan tinggi melalui kepemimpinan visioner, fokus riset yang jelas, sistem pengukuran kinerja tahunan, serta strategi internasionalisasi yang terarah. Malaysia kini memiliki sejumlah universitas yang masuk jajaran 200 besar dunia versi QS, didukung ekosistem inovasi dan kebijakan yang terintegrasi secara nasional.
Zaini Ujang menekankan pentingnya kejelasan arah institusi dan disiplin dalam implementasi strategi.
“Universitas harus sangat jelas tentang target dan deliverables yang ingin tercapai secara terfokus dan terukur. Bagi Malaysia, ranking pada dasarnya adalah marketing exercise. Jika sistem kita memenuhi standar global, dunia akan mengenal dan mempercayai kualitas kita,” jelas Zaini.
Diskusi juga menyoroti tantangan global pendidikan tinggi, yaitu menjaga aksesibilitas dan keterjangkauan biaya pendidikan tanpa mengorbankan kualitas di tengah keterbatasan pendanaan. Berbagai faktor kunci penguatan WCU turut dibahas, mulai dari kepemimpinan akademik, kultur riset yang kuat, kolaborasi industri, hingga model pendanaan yang berkelanjutan.
Bagi Kemdiktisaintek, diskusi yang turut mengundang berbagai pimpinan perguruan tinggi ini menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk merumuskan kerangka implementasi WCU untuk Indonesia, baik pada level nasional, institusi, maupun individu dosen dan peneliti.
Melalui penguatan kepemimpinan akademik, sistem tata kelola yang akuntabel, serta strategi internasionalisasi yang terukur, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk menjadikan perguruan tinggi Indonesia kompetitif secara global, tetapi tetap berakar kuat pada identitas dan kebutuhan bangsa. Transformasi menuju World Class University diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang membangun kemandirian ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan pendidikan tinggi dunia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






