Medan – Tim Universitas Jambi (UNJA) mendapatkan apresiasi dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 melalui pengembangan WASH Station dan Smart Anthropometry. Program yang berfokus pada pemulihan kesehatan balita dan lansia pascabencana banjir bandang di Kelurahan Lambung Bukit tersebut berhasil meraih Golden Winner pada dua kategori, yaitu Program Mahasiswa Berdampak Terbaik serta Dampak Pemberdayaan dan Implementasi Teknologi Inovasi Terbaik.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Seminar Dampak yang diselenggarakan di Medan, Kamis (02/07).
Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak menjadi bagian dari rangkaian evaluasi pelaksanaan program sekaligus forum untuk mempresentasikan hasil, capaian, dan pembelajaran yang diperoleh selama implementasi kegiatan di berbagai daerah terdampak.
Ketua tim pelaksana, Fitriyanti, menjelaskan bahwa program ini dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Masyarakat menghadapi sejumlah tantangan, seperti tercemarnya sumber air bersih, hilangnya data kesehatan masyarakat, serta meningkatnya risiko penyakit, khususnya penyakit kulit.
“Melalui program ini kami menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam jangka panjang. Teknologi yang kami kembangkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan setelah program selesai,” ujarnya.
Dalam mendukung penyediaan air bersih, tim mengembangkan WASH Station yang dilengkapi dengan sistem penyaringan air. Sebelum digunakan masyarakat, kualitas air terlebih dahulu diuji untuk memastikan memenuhi standar kebersihan dan aman digunakan.
Selain itu, tim mengembangkan aplikasi Smart Anthropometry “Cantik UNJA” (Cegah Stunting dengan Teknologi Informasi Kesehatan Universitas Jambi) sebagai media pencatatan digital status gizi anak. Aplikasi ini memungkinkan orang tua dan tenaga kesehatan memantau data tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, lingkar kepala, serta status gizi anak melalui perangkat telepon genggam. Dengan demikian, data kesehatan tetap terdokumentasi meskipun fasilitas pelayanan kesehatan mengalami keterbatasan akibat bencana.
Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi multidisiplin dari berbagai program studi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi melalui pendekatan interprofessional collaboration. Kolaborasi tersebut memperkuat penerapan solusi yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Selama program berlangsung, mahasiswa terlibat secara aktif dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari survei lokasi, pemasangan instalasi WASH Station, pengujian kualitas air, edukasi sanitasi dan air bersih, hingga skrining status gizi anak menggunakan aplikasi yang dikembangkan. Mahasiswa juga melaksanakan layanan mobile home care dan telemedicine bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Mahasiswa UNJA yang terlibat menyampaikan bahwa tantangan utama selama pelaksanaan program adalah menyesuaikan rencana kegiatan dengan kondisi lapangan. Namun, melalui koordinasi bersama dosen pembimbing dan masyarakat, berbagai kendala dapat diatasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
“Permasalahan di masyarakat akan selalu ada. Sebagai mahasiswa, kita memiliki kesempatan untuk hadir memberikan solusi, turun langsung ke lapangan, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah makna dari menjadi mahasiswa yang berdampak,” ungkap Derma, mahasiswa peserta program.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, Kemdiktisaintek melalui Ditjen Risbang terus memperkuat peran mahasiswa sebagai penggerak inovasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.







