Usahakan Perbaikan Sistemik, Kemdiktisaintek Selenggarakan Supervisi KIP Kuliah di PTN dan PTS Jakarta

Kabar

29 November 2025 | 12.00 WIB

Usahakan Perbaikan Sistemik, Kemdiktisaintek Selenggarakan Supervisi KIP Kuliah di PTN dan PTS Jakarta

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) terus berupaya untuk meningkatkan dan memperbaiki program pemerintah dengan melaksanakan supervisi terhadap pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Jumat (28/11).


Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan, tata kelola, dan pelaporan program KIP Kuliah di perguruan tinggi, memastikan kepatuhan terhadap pedoman dan regulasi KIP Kuliah, mengidentifikasi permasalahan serta kendala pelaksanaan, memberikan rekomendasi perbaikan yang aplikatif, serta mendorong peningkatan koordinasi, transparansi, dan akuntabilitas antara PPAPT dengan kampus. Harapannya, terlaksananya supervisi ini dapat berdampak pada perbaikan dan evaluasi kebijakan Kemdiktisaintek secara keseluruhan serta menyelesaikan kendala yang dihadapi perguruan tinggi bersama-sama. 


Dilaksanakan di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) secara serentak di 9 wilayah di Indonesia (Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Purwokerto, Malang, Makassar, dan Bali), supervisi KIP Kuliah di area Jakarta dilakukan di Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) dan Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia (BPI) bersama LLDikti Wilayah III. Supervisi ini dilakukan dalam tiga tahap di setiap perguruan tinggi, yakni pemeriksaan administratif, diskusi teknis dengan pengelola KIP Kuliah di masing-masing perguruan tinggi, dan sesi dialog dengan mahasiswa penerima KIP Kuliah.


Di Polimedia, tim supervisi berdiskusi dengan Plt. Wakil Direktur (Wadir) III Bidang Kemahasiswaan, Anindita Budi Astuti serta perwakilan pengelola KIP Kuliah sekaligus Kepala Program Studi Animasi, M. Suhaili. Sementara itu, Rektor Universitas BPI, Lilik Susilowati membuka diskusi di Universitas BPI.


Sejumlah saran dan evaluasi disampaikan untuk memastikan tata kelola perguruan tinggi dalam mengelola KIP Kuliah berjalan lebih baik, antara lain dalam memberi batasan waktu yang jelas di bidang administratif, proses verifikasi dan validasi yang kuat, pengecekan kelengkapan data hingga diskusi teknis terkait pencegahan ketidaksesuaian data untuk memastikan kelayakan penerima KIP Kuliah.


Pertemuan dengan mahasiswa berlangsung secara aktif dan faktual. Mahasiswa menyampaikan tantangan hingga aspirasi yang mereka miliki selama meniti pendidikan tinggi dengan bantuan KIP Kuliah. Selain itu, mahasiswa penerima KIP Kuliah juga dibina untuk dapat memahami betul hak dan kewajiban mereka.


“Hadirnya Bapak-Ibu dari Kemdiktisaintek membantu Polimedia. Kita bisa menyampaikan apa yang menjadi kendala selama ini, baik dari kami sebagai pengelola maupun mahasiswa sebagai penerima manfaat,” ujar Wadir III Polimedia.


Dalam kegiatan supervisi ini, pihak PPAPT terus menekankan untuk menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel untuk kebermanfaatan KIP Kuliah yang optimal bagi mahasiswa. 


“Supervisi ini adalah wujud komitmen bersama agar kita dapat memastikan bahwa program KIP Kuliah dapat berlangsung secara tepat sasaran,” kata Rektor Universitas BPI.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa forum ini adalah bagian dari upaya sistemik untuk memastikan kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi berjalan adil, transparan, dan berpihak pada mahasiswa. Melalui monitoring yang konsisten, dialog terbuka dengan perguruan tinggi, serta penyelarasan tata kelola di seluruh wilayah, pemerintah berkomitmen memperkuat integritas program KIP Kuliah agar semakin tepat sasaran dan benar-benar mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Indonesia.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif





news

cms

/

5

Ulas Sekarang