Pontianak-Kecerdasan Artifisial (AI) tidak berarti menggantikan manusia. Era AI kini menghadirkan peluang sekaligus tantangan global yang tidak dapat dihindari.
Hal ini diungkap oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie dalam Orasi Ilmiah yang berjudul AI untuk Kemanusiaan Sebuah Tantangan Global, pada Wisuda ke 37 Sarjana dan Pascasarjana Universitas Panca Bhakti, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/9).
“Kita hidup di era yang ditandai dengan perubahan besar. Artificial intelligence akan menghapus 92 juta jenis pekerjaan, tetapi sekaligus menciptakan 97 juta pekerjaan baru. Kuncinya adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan keterampilan baru, sehingga kita bisa merebut peluang, bukan tergilas oleh perubahan,” terang Wamen Stella di hadapan ratusan wisudawan.
Dalam orasinya, Wamen Stella menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dalam menghadapi dunia yang tengah bergerak cepat akibat disrupsi teknologi.
Penguasaan teknologi saja tidak cukup untuk bersaing di masa depan. Pendidikan harus menumbuhkan karakter, empati, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi yang tidak dapat direplikasi oleh mesin.
Wamen Stella menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berhenti pada penguasaan aspek teknis, tetapi harus dilengkapi dengan karakter, empati, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan berkolaborasi. Menurutnya, keterampilan nonteknis itulah yang akan membedakan manusia dari mesin.
“AI memang membawa disrupsi yang nyata, tetapi dengan intervensi yang tepat, kita bisa memastikan manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Generasi muda harus siap menghadapi perubahan dengan sikap terbuka, kemampuan beradaptasi, serta komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat,” pungkasnya.
Pengembangan Pendidikan Tinggi di Daerah
Pada kesempatan yamg sama, Rektor Universitas Panca Bhakti, Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian seluruh wisudawan. Ia menegaskan bahwa perjuangan panjang mahasiswa yang diwarnai kerja keras, kesabaran, dan semangat pantang menyerah telah berbuah manis.
“Wisuda ini adalah bukti nyata dari perjuangan panjang para mahasiswa. Namun, perjuangan tidak berhenti di sini. Lulusan UPB harus berani berinovasi, bekerja dengan hati, dan memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan Barat serta Indonesia," ujarnya.
Pesan Ibu Wamen, ujar Rektor UPB sangat relevan. Yaitu kemajuan bangsa hanya bisa dicapai bila kita menggabungkan keunggulan sains dan teknologi dengan nilai kemanusiaan.
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mendukung pengembangan pendidikan tinggi di wilayahnya.
Menurutnya, kehadiran lulusan UPB diharapkan dapat memperkuat sumber daya manusia lokal dan menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di Kalbar.
Hal senada disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Muhammad Akbar yang menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Ia berharap lulusan UPB dapat menjadi pionir dalam menciptakan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan bangsa, sekaligus ikut menyiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






