Agam—Transformasi Indonesia menuju negara maju pada 2045 membutuhkan sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Di tengah kompleksitas tantangan daerah, mulai dari pemulihan pascabencana, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, perguruan tinggi diharapkan tidak lagi berperan sebatas penyelenggara pendidikan, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
Berdasarkan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) 2025, Indonesia memiliki 4.416 perguruan tinggi dengan lebih dari 303 ribu dosen dan hampir 9,97 juta mahasiswa. Potensi tersebut menjadi modal besar untuk mendukung pembangunan nasional apabila dioptimalkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Di sisi lain, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indonesia mengalami lebih dari 3.000 kejadian bencana setiap tahunnya, dengan bencana hidrometeorologi masih mendominasi. Sementara itu, Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, terutama banjir. Kabupaten Agam sendiri masih menjalani proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan lahar dingin yang melanda sejumlah wilayah pada 2024.







