Aceh Tamiang, 25 Februari 2026 – Sebanyak 5040 mahasiswa diterjunkan ke Provinsi Aceh. 1.620 diantaranya berkontribusi di Kabupaten Aceh Tamiang untuk mempercepat pemulihan pascabencana melalui Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026.
Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Secara nasional, Program Mahasiswa Berdampak 2026 melibatkan 10.090 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ditempatkan di 167 desa dan kelurahan di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan masa pelaksanaan selama satu bulan.
Di Provinsi Aceh, sebanyak 5.040 mahasiswa diterjunkan melalui 102 proposal yang didanai dari 36 perguruan tinggi. Khusus di Kabupaten Aceh Tamiang, program ini dilaksanakan melalui 33 proposal dari 13 perguruan tinggi dengan melibatkan 1.620 mahasiswa untuk mendukung pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat terdampak.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, I Ketut Adnyana, yang hadir langsung di Aceh Tamiang menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi agar semakin kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa dan pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat. Kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan semangat dan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit dari cobaan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa kehidupan ke depan akan lebih baik melalui pemanfaatan potensi dan teknologi yang ada di Aceh Tamiang. Ini adalah bentuk nyata pendidikan tinggi yang berdampak,” ujar Ketut.
Fokus Pemberdayaan Berbasis Kebutuhan Lokal
Pelaksanaan program menitikberatkan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, seperti pengembangan agroindustri dan hidroponik. Selain itu, kegiatan pengabdian mencakup penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, penguatan ketahanan pangan, dukungan pendidikan dan kesehatan, hingga rehabilitasi lingkungan.
Seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat guna memastikan keberlanjutan program.
Kepala Desa Kampung Dalam, Sukriya Sidiqi, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa di wilayahnya. Sebelum program berjalan, desa menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya dalam pengelolaan ekonomi produktif dan akses sanitasi yang memadai.
“Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada para mahasiswa yang telah hadir di Kampung Dalam. Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sukriya.
Mahasiswa sebagai Agen Pemulihan
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, empati sosial, serta kemampuan pemecahan masalah di lapangan.
Dosen Pembimbing Utama Mahasiswa Berdampak yang juga menjabat sebagai Kepala Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan, Supriyanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak.
“Program ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam pemulihan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan dapat bangkit kembali,” ujarnya.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam membangun model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






