Danantara dan Kemdiktisaintek Dorong Percepatan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional

Kabar

13 March 2026 | 10.45 WIB

Danantara dan Kemdiktisaintek Dorong Percepatan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional

Jakarta - Danantara Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan menggelar Workshop Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional di Wisma Danantara pada Kamis (12/03). 


Industri semikonduktor saat ini menjadi fondasi penting bagi transformasi digital, termasuk dalam pengembangan kecerdasan artifisial, otomotif, energi, pertahanan, telekomunikasi, hingga perangkat kesehatan. 


Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi industri semikonduktor Indonesia dari hulu hingga hilirdengan mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku industri dalam menyusun arah pengembangan yang lebih terintegrasi.


Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung penuh dari sisi regulasi dan standardisasi agar pengembangan semikonduktor nasional bergerak cepat menuju tahap komersial. 


“Yang kita butuhkan sekarang adalah kejelasan produk prioritas, desain, roadmap, dan pembagian peran yang terorkestrasi dengan baik. Pemerintah akan mendukung dari sisi regulasi dan standardisasi, sementara industri perlu berada di garda depankarena yang sedang kita bangun ini bukan lagi semata proyekriset, melainkan proyek investasi yang harus menghasilkan produk yang layak secara ekonomi dan memungkinkan secara komersial,” ujarnya.


Menurut Brian, pengembangan industri semikonduktor nasional memerlukan kerja sama erat lintas pemangku kepentingan. Perguruan tinggi dan lembaga penelitian diharapkan tetap menjadi sumber inovasi dan penguatan basis teknologi, sementara industri memegang peran penting dalam mengarahkan kebutuhan pasar, mempercepat adopsi, dan memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar memiliki kelayakan ekonomi.


Sementara itu, Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menegaskan bahwa momentum pengembangan semikonduktor nasional justru terbuka lebar di tengah lahirnya babak baru industri global. 


“Tidak ada kata terlambat dalam membangun industri semikonduktor nasional. Saat ini dunia memasuki babak baru, khususnya pada pengembangan AI chip, dan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk masuk pada momentum yang tepat dengan landasan kolaborasi, penguatan talenta, dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan industri,” katanya.


CTO Sigit menambahkan bahwa pengembangan ekosistem semikonduktor nasional membutuhkan orkestrasi yang kuat, mulai dari penetapan daftar produk prioritas, desain, kesiapan fabrikasi, pengembangan SDM, hingga penyusunan model bisnis dan valuasi ekonomi. 


Penguatan ekosistem ini juga sejalan dengan langkah Indonesia dalam membangun fondasi industri semikonduktor nasional melalui kemitraan strategis dengan industri global. Kolaborasiini bertujuan memperkuat kapabilitas nasional dalam rantai nilai semikonduktor, khususnya pada penguasaan desain chip dan pengembangan produk, sekaligus membuka ruang penguatan kapasitas dan kompetensi talenta semikonduktor di lingkungan industri maupun perguruan tinggi Indonesia.


Melalui workshop ini, para pemangku kepentingan didorong untuk menyusun langkah yang lebih terarah dan terukur. Kegiatan ini menargetkan tiga keluaran utama, yaitu penetapan produk semikonduktor prioritas, penyusunan rencana pengembangan talenta, dan perumusan peta jalan kolaborasilima tahun untuk mempercepat hilirisasi serta penguatan ekosistem semikonduktor nasional.


Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk mempercepat lahirnya produk-produk semikonduktor unggulan Indonesia yang siap masuk ke tahap pengembangan lanjutan, industrialisasi, dan pemanfaatan nyata di sektor-sektor strategis nasional.

/

5

Ulas Sekarang