Deli Tua – Pendidikan tinggi kesehatan dituntut tidak hanya menghasilkan tenaga medis yang terampil, tetapi juga menjadi pribadi yang berintegritas, simpatik dan empatik, serta berdaya saing global. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Khairul Munadi, dalam sambutannya pada Upacara Wisuda Profesi, Sarjana, Terapan, dan Ahli Madya Periode III Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua, Sumatera Utara. Sabtu (14/9).
Dirjen Dikti menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan etape awal menuju pengabdian yang berdampak untuk masyarakat.
“Gelar yang kalian sandang adalah amanah. Profesi kesehatan bukan hanya soal ilmu dan keterampilan, tapi juga hati yang mendengar dan tangan yang merawat. Teruslah belajar, kuasai teknologi, menjadi tenaga kesehatan yang berdaya saing global, dan jadilah tenaga kesehatan yang mampu berkolaborasi demi kemanusiaan,” ujar Khairul Munadi.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Khairul menitipkan lima pesan penting kepada para wisudawan. Yaitu menjaga integritas, mengembangkan empati, belajar sepanjang hayat, meningkatkan daya saing global dengan kemampuan teknologi dan kolaborasi, serta mengabdi untuk negeri dan kemanusiaan.
Dirjen Khairul juga menekankan bahwa pendidikan tinggi kesehatan harus sejalan dengan misi Asta Cita. Di antaranya meningkatkan akses, mutu, relevansi, dan dampak pendidikan tinggi. Hal ini diwujudkan melalui paradigma #DiktisaintekBerdampak dan gerakan #KampusBerdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan unggul tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pendidikan tinggi transformatif harus mampu menjawab tantangan era digital dan society 5.0. Sekaligus mendukung distribusi tenaga kesehatan yang merata, peningkatan layanan promotif dan preventif, serta pengembangan ekosistem inovasi, sains, dan teknologi di bidang kesehatan. Saya yakin lulusan Deli Husada akan menjawab kebutuhan bangsa terhadap tenaga kesehatan yang merata, berkualitas, dan berdaya saing global,” tambahnya.
Upacara wisuda yang digelar secara khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, dosen, orang tua, serta ribuan wisudawan yang siap berkiprah di masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran tenaga kesehatan sangat strategis dalam menghadapi tantangan sistem kesehatan Indonesia yang terus berkembang.
Dengan semangat pengabdian itulah Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat pendidikan tinggi kesehatan agar dapat melahirkan generasi profesional yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






