Ditjen Risbang Perkuat Sinergi Riset Nasional melalui forum diskusi bersama PTN dan PTS di Surabaya

Kabar

11 May 2026 | 08.15 WIB

Ditjen Risbang Perkuat Sinergi Riset Nasional melalui forum diskusi bersama PTN dan PTS di Surabaya

Surabaya – Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat sinergi riset nasional melalui forum diskusi bersama pimpinan perguruan tinggi di Surabaya yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kamis (7/5). 


Forum ini membahas penguatan pendanaan riset, hilirisasi inovasi, serta kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah dan industri.


Kegiatan dipimpin oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, didampingi Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso. 


Membuka forum, Direktur Heri menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara Kemdiktisaintek dan perguruan tinggi dalam membahas berbagai tantangan riset nasional mulai dari penguatan pendanaan, kolaborasi riset, hingga pengembangan program yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.


Dalam forum juga dibahas upaya pemerintah dalam mendukung kegiatan riset di perguruan tinggi, termasuk penguatan sistem pendanaan penelitian seiring meningkatnya jumlah proposal penelitian nasional dibanding tahun sebelumnya. 


Pemerintah juga tengah menyiapkan tambahan anggaran riset nasional dan pengembangan skema penelitian strategis.


“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem riset nasional. Karena itu, kolaborasi dan sinergi perlu terus diperkuat agar hasil riset dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional,” ujar Fauzan Adziman.


Ditjen Risbang juga memperkenalkan sejumlah program strategis, seperti konsorsium riset dalam dan luar negeri, program Diaspora Berdampak, Mahasiswa Berdampak, serta penguatan kolaborasi riset internasional. 


Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang berdampak yang berorientasi pada penyelesaian masalah nasional maupun tingkat daerah. 


Dalam sambutannya, Rektor ITS, Bambang Pramujati menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri agar hasil riset dapat berkembang hingga tahap hilirisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dukungan terhadap riset unggulan perguruan tinggi agar mampu bersaing dan terhubung dengan kebutuhan industri nasional.


Dalam sesi diskusi, sejumlah pimpinan perguruan tinggi menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan ekosistem pendanaan riset, keberlanjutan program penelitian unggulan, serta dukungan terhadap proses hilirisasi inovasi di perguruan tinggi. Selain itu, peserta juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dan kemitraan dengan industri agar hasil riset dapat lebih cepat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Melalui forum ini, Ditjen Risbang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem riset nasional yang kolaboratif, adaptif, dan berdampak bagi pembangunan Indonesia.

/

5

Ulas Sekarang