Surabaya–Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025, membahas berbagai tema krusial seputar ekosistem pendidikan tinggi, salah satunya tentang Internasionalisasi dan Kemitraan Pendidikan Tinggi, Rabu (19/11).
Menghadirkan tiga narasumber dari perguruan tinggi ternama internasional, yang kini telah ada di Indonesia, para pembicara kunci memaparkan model internasionalisasi yang menekankan kolaborasi global, penguatan ekosistem riset, serta pengembangan talenta di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Perwakilan dari Western Sydney University (WSU) Indonesia, Era memaparkan bagaimana kampus cabang yang berlokasi di Pakuwon Towers Surabaya itu menjalankan mandat pendidikan internasional sejak resmi beroperasi pada 2024.
Dikatakan Era, sejak 2024 WSU Indonesia mengusung beberapa program seperti university open day, innovation challenge competition, knowledge exchange, start-up meet up, student excursions, dan industry talk/networking.
Program-program tersebut dirancang untuk menghubungkan mahasiswa dengan industri, khususnya sektor yang membutuhkan tenaga ahli di bidang STEM dan bisnis. WSU Indonesia tambahnya, juga aktif menghadirkan aktivitas pertukaran budaya bagi mahasiswa mancanegara.
“Kami seringkali mengadakan exchange (pertukaran pelajar, red) bagi mahasiswa internasional ke kampus kami untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing lewat kolaborasi dengan teman dari kampus lain,” ujarnya.
Dalam presentasinya, ia turut memperkenalkan portofolio akademik WSU Indonesia yang mencakup enam program sarjana mulai dari Business Applied Finance, Business Analytics, Computer Science, Cyber Security, Data Science, hingga Information and Communications Technology serta tiga program pascasarjana, yakni MBA, Master of Data Engineering, dan Master of Information and Communications Technology.
Lebih lanjut Simon Tanner dari King’s College London menyampaikan paparan terkait international best practices dalam kemitraan global. Ia menyoroti pentingnya tata kelola kerja sama yang transparan, relevansi kurikulum global, serta mekanisme knowledge transfer yang memungkinkan institusi lokal meningkatkan kapasitas akademik dan risetnya.
Paparan Tanner menjadi rujukan bagi peserta KPPTI dalam merumuskan strategi kolaborasi internasional yang berkelanjutan.
Selanjutnya perwakilan Deakin University Lancaster University Indonesia, kampus luar negeri yang membuka pusat operasi baru di Jawa Barat. Program Deakin dan Lancaster difokuskan pada pengembangan pengajaran, penelitian, dan engagement bermutu tinggi.
Dalam sesi tersebut, dituturkan lima program ganda (dual undergraduate degrees) yang ditawarkan, yakni Bachelor of Computer Science+BSc Hons Computer Science, Bachelor of Cyber Security+BSc Hons Computer Science, Bachelor of Business Analytics+BSc Hons Business Analytics, Bachelor of Commerce+BSc Hons Business Management, dan Bachelor of Commerce+BSc Hons Accounting & Finance.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif
#KPPTI2025





