Kemdiktisaintek Buka Akses Beasiswa Rusia bagi Mahasiswa Indonesia untuk Mendorong Talenta STEM

Kabar

22 December 2025 | 22.00 WIB

Kemdiktisaintek Buka Akses Beasiswa Rusia bagi Mahasiswa Indonesia untuk Mendorong Talenta STEM

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Federasi Rusia memperkuat kerja sama pendidikan tinggi melalui optimalisasi pemanfaatan beasiswa Pemerintah Rusia bagi mahasiswa Indonesia, khususnya pada bidang sains, teknologi, rekayasa, dan energi nuklir, Senin (22/12).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses studi luar negeri sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia Indonesia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Tolchenov, Atase Kedutaan Besar Federasi Rusia di Republik Indonesia, Yulia Tomskaya dan Gleb Darchenkov, serta Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki.

Wamen Stella menyambut baik komitmen Pemerintah Rusia dalam memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sumber daya manusia unggul.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan beasiswa dari Pemerintah Rusia. Ini selaras dengan visi Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Wamen Stella.

Wamendiktisaintek menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan pada minat semata, melainkan pada diseminasi informasi yang belum menjangkau seluruh calon mahasiswa potensial, terutama mahasiswa STEM.

“Masalah utama yang kami hadapi adalah bottleneck informasi. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui peluang ini, atau yang mendaftar justru bukan dari latar belakang STEM. Karena itu, kami akan memperkuat penyebaran informasi secara lebih terarah dan sistematis,” tambah Wamen Stella.

Kuota Beasiswa Rusia Terus Meningkat, Pemanfaatan Jadi Kunci

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergei Tolchenov, menyampaikan bahwa kerja sama beasiswa antara Rusia dan Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Tahun lalu Indonesia mendapatkan kuota 250 beasiswa Pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya optimal, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi 300 kuota tahun ini dan kami berharap dapat meningkat lagi jika seluruh kuota ini dimanfaatkan dengan baik,” ujar Dubes Sergei.

Ia menjelaskan bahwa beasiswa tersebut mencakup jenjang sarjana, magister, hingga doktor, dengan komposisi sekitar 200 mahasiswa sarjana, 80 magister, dan 20 doktoral. Hingga saat ini, jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme tinggi, dengan ribuan calon mahasiswa Indonesia yang telah mendaftar.

Selain beasiswa reguler, Rusia juga menyediakan skema khusus melalui Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) serta Russian Aluminium Company (RUSAL), namun pemanfaatan kuota pada bidang nuklir masih perlu disesuaikan dengan jumlah kuota yang diberikan.

Beasiswa RUSAL Tawarkan Skema Dukungan Penuh

Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki menjelaskan bahwa Rusia menyediakan skema beasiswa khusus melalui ROSATOM, perusahaan negara Rusia di bidang energi nuklir, serta RUSAL, perusahaan aluminium global asal Rusia.

“Beasiswa RUSAL menawarkan pembiayaan secara penuh dan akan dilaksanakan di Ural Federal University di Yekaterinburg. Kami juga menyiapkan berbagai materi informasi dan brosur agar mahasiswa Indonesia memahami keunggulan program ini,” jelas Maria.

Ia menambahkan bahwa pihak Rusia juga akan menyelenggarakan sosialisasi secara daring berupa presentasi langsung dari universitas di Rusia guna memberikan gambaran akademik yang lebih jelas kepada calon pendaftar.

Kemdiktisaintek dan Pemerintah Federasi Rusia sepakat untuk memperkuat koordinasi melalui penyediaan materi informasi terpadu, pelaksanaan sesi sosialisasi secara daring dan luring, serta pelibatan alumni Indonesia lulusan Rusia sebagai duta pengalaman belajar.

Kemdiktisaintek akan terus mendorong kolaborasi dengan mitra internasional, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan guna memastikan setiap kebijakan dan program pendidikan tinggi memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, kerjasama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi juga memperkuat kapasitas riset, pengetahuan, dan kontribusi lulusan bagi kemajuan Indonesia yang berkelanjutan.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif



/

5

Ulas Sekarang