Kemdiktisaintek Gandeng RS Swasta Percepat Penambahan Dokter Spesialis di Indonesia

Kabar

11 September 2025 | 16.13 WIB

Kemdiktisaintek Gandeng RS Swasta Percepat Penambahan Dokter Spesialis di Indonesia

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar pertemuan dengan sejumlah pengelola rumah sakit swasta termasuk Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rumah Sakit Siloam, dan Rumah Sakit Hermina untuk membahas langkah strategis percepatan penambahan jumlah dokter spesialis di Indonesia, Kamis (11/9).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa percepatan penambahan jumlah dokter spesialis merupakan salah satu program strategis kementerian. Menteri Brian menambahkan bahwa melalui pertemuan ini diharapkan dapat dirumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan ketersediaan tenaga medis spesialis di Indonesia. 

“Kami dari Kemdiktisaintek yang membawahi universitas terus mengoptimalkan segala upaya untuk dapat memaksimalkan program ini. Agar program ini dapat berjalan, kami membutuhkan lebih banyak rumah sakit sebagai laboratorium,” jelas Menteri Brian.

Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis, Tri Hanggono Achmad, menjelaskan bahwa program ini sangat erat kaitannya dengan rumah sakit. Selama ini, proses pendidikan dokter spesialis lebih banyak dilakukan di rumah sakit pemerintah. 

Indonesia memiliki banyak rumah sakit swasta yang tersebar luas dan juga membutuhkan tenaga medis spesialis. Oleh karena itu, kolaborasi dengan rumah sakit swasta akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Kerja sama ini menjadi upaya Kemdiktisaintek untuk membuka akses yang lebih luas dengan tetap menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan spesialis. Tri menyoroti salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan spesialis adalah masalah pembiayaan. 

“Meskipun memiliki kapasitas akademik, belum tentu bisa mengakses pendidikan ini karena tantangan biaya,” jelas Tri.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah berencana menambah program beasiswa. Namun, perlu digaris bawahi bahwa langkah ini saja belum cukup. Untuk itu diharapkan adanya dukungan dari pihak rumah sakit swasta. 

“Ini sebenarnya bukan semata-mata beasiswa, karena hal yang kami tawarkan ke depan, mereka yang mendapat beasiswa ini nanti akan dapat bekerja di dukungan rumah sakit tersebut," ujar Tri. 

Sistem ini diharapkan dapat menjadi jaminan bagi rumah sakit swasta yang selama ini kesulitan mendapatkan tenaga dokter spesialis. 

Selain mendorong akses dengan memberikan beasiswa, rumah sakit juga akan mendapatkan keuntungan berupa tenaga kerja medis spesialis. Tri juga menegaskan bahwa tenaga medis spesialis akan menerima imbalan atas pelayanan yang diberikan yang berbentuk insentif atau upah yang menjadi kewenangan rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II Pimpinan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, Syafak Hanung menyatakan dukungannya kepada program ini. 

“Saat ini kita punya sekitar 128 rumah sakit yang tentunya bisa dijadikan lahan untuk pendidikan spesialis,” jelas Syafak.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Hermina, Hasmoro menuturkan bahwa Rumah sakit hermina memiliki visi sebagai rumah sakit yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pendidikan dan riset. 

“Hermina punya 51 rumah sakit dan ada satu rumah sakit pendidikan.  Selain itu, lebih dari ada sembilan rumah sakit sudah memiliki 300 tempat tidur. Jadi layak dijadikan tempat pendidikan,” jelas Hasmoro. 

Sejalan dengan ini, Perwakilan Siloam turut mendukung program percepatan penambahan jumlah dokter spesialis. 

“Siloam memiliki 41 rumah sakit dari Medan hingga Ambon, dan telah bekerja sama dengan beberapa Universitas, seperti UI, UNPAD, UNHAS,” jelas Grace Frelita, Medical Managing Director, Siloam Hospital Group.  

“Upaya peningkatan akses ini tetap harus berpegang pada standardisasi untuk menjamin kualitas. Kemdiktisaintek akan senantiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk upaya ini, tegas Menteri Brian. 

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Dikti, Tenaga Ahli Mendiktisaintek  dan Satgas Percepatan PPDS Kemdiktisaintek.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang