Gorontalo — Akselerasi pemenuhan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia terus diperluas dan diperkuat. Karena itu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Selasa (4/3). Peresmian ini sekaligus mencatatkan UNG sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.
Peluncuran program tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas M.T. Mopili, Rektor UNG Eduart Wolok, dan disaksikan oleh sivitas akademika serta para pemangku kepentingan daerah.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menyampaikan apresiasi dan kegembiraannya atas kesiapan UNG dalam membuka program spesialis tersebut. Ia menegaskan pembukaan PPDS ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan dokter spesialis di seluruh Indonesia.
“Pembukaan program pendidikan dokter spesialis ini merupakan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang memerlukan kepakaran di berbagai daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah sudah menargetkan pembukaan 148 program PPDS pada 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia. Dan hingga saat ini capaian tersebut telah melampaui target dengan dibukanya 160 program studi spesialis, termasuk di UNG dan Universitas Sam Ratulangi.
“Komitmen untuk memperkuat layanan kesehatan melalui pendidikan tinggi berjalan sesuai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Kita berapa pada jalur cepat yang dinamis dan prospektif," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama Rektor UNG, Eduart Wolok, menyebut momentum ini sebagai capaian strategis bagi institusinya. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan Kemdiktisaintek kepada UNG menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika.
“Yang menjadikan moment semakin istimewa adalah UNG merupakan salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya membuka pendidikan dokter spesialis. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja sungguh-sungguh dan komitmen menjaga mutu,” ungkap Eduart.
Ia menilai pembukaan Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif sangat strategis dalam menjawab kebutuhan dokter spesialis di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini. Selama ini, akses pendidikan dokter spesialis di wilayah timur Indonesia masih terbatas, dengan institusi penyelenggara yang relatif sedikit, antara lain di Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.
Karena itu kehadiran PPDS di UNG diharapkan dapat mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis di daerah yang masih mengalami kekurangan. Sekaligus membuka peluang bagi pengembangan program spesialis lainnya di masa mendatang.
Sementara itu Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemdiktisaintek terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Gorontalo, khususnya di tengah berbagai keterbatasan.
“Perhatian Kemdiktisaintek bagi Gorontalo merupakan dukungan besar bagi kami. Ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pendidikan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjutnya, siap memberikan dukungan bagi penguatan Fakultas Kedokteran UNG. Termasuk mendorong kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, dan pelibatan sektor swasta, guna memastikan keberlanjutan dan mutu penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
Turut hadir juga dalam peluncuran tersebut Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, Wakil Bupati Pohuwato Iwan Adam, perwakilan fakultas kedokteran mitra, serta sejumlah pejabat kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Dengan hadirnya Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif ini, UNG tidak hanya memperluas akses pendidikan kedokteran, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia bidang kesehatan di kawasan timur Indonesia. Langkah ini diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya.
Satu lagi praktik baik dari kawasan Timur Indonesia sedang digulirkan.





