Jakarta–Pemerintah terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan riset di Papua melalui alih status penggunaan sebagian bangunan Eks Balai Arkeologi Jayapura dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperluas akses, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta memperkuat kapasitas riset di wilayah timur Indonesia.
Alih status ini merupakan tindak lanjut atas Surat Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I, tentang Persetujuan Alih Status Penggunaan Barang Milik Negara (BMN) pada BRIN kepada Kemdiktisaintek.
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Alih Status Penggunaan BMN dilaksanakan di Gedung B.J. Habibie, Jakarta. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam mendukung penguatan kelembagaan pendidikan tinggi di Papua, khususnya bagi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, Senin (2/3).
Plt. Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek Badri Munit Sucokro, menyampaikan apresiasi atas dukungan BRIN dalam penguatan kapasitas pendidikan tinggi di Papua.
“Aset ini tentu akan kami manfaatkan sebagaimana mestinya. Kami berharap pemanfaatannya dapat terus disinergikan dengan BRIN. Prinsip kami adalah inklusif, adaptif, dan berdampak, sehingga keberadaan fasilitas ini benar-benar memperkuat riset dan pendidikan tinggi di Papua,” ujar Sesjen Badri.
Sesjen juga menegaskan bahwa penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, menjadi kunci dalam membangun pusat-pusat unggulan riset di kawasan timur Indonesia. Sejalan dengan arahan Presiden, Kemdiktisaintek saat ini tengah mendorong pembentukan 12 Inter-University Research Center sebagai upaya memperkuat jejaring riset nasional, termasuk membuka ruang kolaborasi dengan BRIN dan BRIDA di berbagai daerah.
Dengan adanya alih status penggunaan ini, diharapkan fasilitas di Eks Balai Arkeologi Jayapura dapat dimanfaatkan secara lebih produktif untuk mendukung kegiatan akademik, penelitian, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperluas akses dan kualitas pendidikan tinggi serta riset di Papua.
“Prinsip kami adalah inklusif, adaptif, dan berdampak. Kekayaan budaya Indonesia luar biasa, temuan lukisan prasejarah tertua di dunia di Sulawesi yang dipublikasikan dalam jurnal internasional menjadi bukti pentingnya riset budaya. Keberadaan ISBI di Jayapura diharapkan dapat turut menopang penguatan riset dan pelestarian budaya di Papua,” tegas Sesjen Badri.
Pada kesempatan yang sama Sekretaris Utama (Sestama) BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas menuturkan bahwa alih status ini tidak sekadar proses administratif, melainkan bagian dari penguatan kolaborasi jangka panjang.
“Aset ini secara resmi diserahkan kepada kemdiktisiantek untuk digunakan dalam kegiatan ISBI di Tanah Papua, dan seluruh proses administrasi telah selesai. Alih status ini bukan sekadar soal keluar-masuk aset, tetapi bagaimana komunikasi dan kolaborasi tetap berjalan baik ke depan,” ujar Sestama Nur.
Sestama BRIN menambahkan bahwa pertemuan serah terima ini penting untuk memastikan kedua belah pihak memahami kebutuhan masing-masing, termasuk kemungkinan pemanfaatan fasilitas untuk mendukung kegiatan riset secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Jogaswara menjelaskan bahwa eks Balai Arkeologi Jayapura memiliki potensi strategis dalam mendukung penguatan pembelajaran dan riset kebudayaan di Papua.
“Kami berharap koleksi ilmiah arkeologi yang saat ini masih berada di eks Balai Arkeologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa serta mendukung penguatan riset sosial budaya di Papua. Keberadaan periset BRIN di Jayapura juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Kolaborasi antara BRIN dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata dalam mendorong pertumbuhan pusat-pusat unggulan riset dan inovasi di kawasan timur Indonesia, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





