Kemdiktisaintek Siapkan Talenta Muda, Kembangkan Industri Semikonduktor Nasional

Kabar

22 May 2026 | 18.15 WIB

Kemdiktisaintek Siapkan Talenta Muda, Kembangkan Industri Semikonduktor Nasional

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem talenta semikonduktor nasional. Hal ini ditegaskan dalam Program Pelatihan Semikonduktor Bersama Arm untuk Talenta Indonesia, Kamis (22/5). 

Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Kemdiktisaintek dalam mewujudkan visi “Diktisaintek Berdampak” melalui penguatan sinergi pendidikan tinggi, riset, industri, dan pengembangan teknologi strategis nasional.

Program pelatihan hasil kolaborasi antara Danantara Indonesia, Arm, Kemdiktisaintek, serta didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tersebut menjadi langkah awal penguatan pipeline talenta semikonduktor nasional yang berasal dari perguruan tinggi, peneliti, lulusan baru, hingga profesional teknis. Pada tahap awal, program ini menjangkau hingga 1.000 peserta yang mengikuti pelatihan intensif desain chip berbasis teknologi Arm selama tiga hari dan akan diperluas secara bertahap hingga mencapai target 15.000 talenta Indonesia.

Pengembangan talenta semikonduktor ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan transformasi digital. Industri semikonduktor dinilai memiliki peran strategis sebagai fondasi teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan buatan, perangkat seluler, kendaraan listrik, hingga pusat data.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan, bahwa pembangunan industri semikonduktor nasional harus bertumpu pada penguatan sumber daya manusia unggul dan keberanian generasi muda untuk menjadi bagian dari transformasi teknologi Indonesia.

Program ini adalah satu program untuk membangun kepercayaan bangsa kita, untuk menunjukkan bahwa Indonesia juga bisa naik kelas sebagai negara yang bisa melakukan industri maju, industri berbasis teknologi,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menambahkan bahwa kekuatan utama industri semikonduktor nasional terletak pada talenta muda yang dipersiapkan melalui perguruan tinggi dan ekosistem riset nasional.

“Yang paling penting dari semuanya adalah sumber daya manusia manusia, yang akan menjadi tulang punggung dari semuanya, tentunya adalah talenta muda-talenta muda yang hari ini ada di ruangan. Saya berharap, lima hingga sepuluh tahun lagi mungkin yang hadir hari ini akan menjadi top-top leaders di industri semikonduktor yang ada di Indonesia,” ungkap Menteri Brian.

Melalui program ini, Kemdiktisaintek terus mendorong penguatan keterhubungan antara kampus, riset, dan industri agar pengembangan talenta dan inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa. Langkah tersebut untuk menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya talenta unggul, riset terapan, dan teknologi strategis nasional.

“Kita ingin orang-orang Indonesia menegakkan kepala, karena kita juga bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang mampu membangun industri berbasis teknologi,” tutup Menteri Brian.

Selain pelatihan semikonduktor, pada kesempatan tersebut juga diumumkan rencana penyelenggaraan “Indonesia 2026 Semiconductor Hackathon” yang akan melibatkan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan engineer industri dalam pengembangan desain chip untuk Internet of Things (IoT), smart energy, smart agriculture, dan teknologi komputasi masa depan.

Program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Kemdiktisaintek dalam membangun ekosistem inovasi nasional berbasis teknologi tinggi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri semikonduktor global.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang