Surakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyoroti pentingnya kekuatan riset perguruan tinggi untuk mendorong daya saing bangsa. Hal ini disampaikannya dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik (MSA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), Jumat (22/5).
Forum yang mempertemukan Majelis Senat Akademik PTN BH se-Indonesia ini membahas arah penguatan kinerja perguruan tinggi berbasis akuntabilitas publik dan mutu akademik. Selain itu, sidang paripurna juga menjadi ruang bersama untuk merumuskan pendekatan evaluasi perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada peringkat global, tetapi juga menitikberatkan pada dampak riset, kontribusi sosial, serta kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Mendiktisaintek menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menentukan posisi Indonesia di tengah persaingan global melalui penguatan ekosistem sains dan teknologi.
“Untuk dapat melahirkan produk dari pengetahuan memang sebuah perjalanan yang panjang. Kampus harus bermitra strategis dengan industri untuk menghasilkan karya-karya berdampak. Bangsa yang bisa bertahan mengembangkan riset sampai ke industri itulah yang memegang masa depan ekonomi,” tegas Menteri Brian.
Menurut Mendiktisaintek, peningkatan kualitas riset menjadi salah satu fondasi penting untuk memperkuat transformasi ekonomi nasional menuju negara maju. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar hasil riset dapat terhubung dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Senada dengan Mendiktisaintek, Ketua Majelis Senat Akademik (MSA) PTN BH menyampaikan bahwa perguruan tinggi perlu memperkuat kontribusinya bagi masyarakat dan industri melalui riset, inovasi, serta pengabdian yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional.
“Perguruan tinggi harusnya bisa memberikan dampak terhadap masyarakat, industri, dan pemerintah, untuk kesejahteraan Republik Indonesia. Rapat ini diharapkan dapat mengevaluasi apa yang kita capai, dan memberikan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat peran perguruan tinggi,”
Dalam kesempatan tersebut, sesi diskusi antara Mendiktisaintek dengan para pimpinan Majelis Senat Akademik PTN BH juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara otonomi perguruan tinggi dan akuntabilitas publik. Hal ini termasuk dalam memastikan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta relevansi riset terhadap kebutuhan masyarakat dan industri.
Melalui forum ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang unggul dan berdampak. Kemdiktisaintek juga akan terus mendorong peningkatan kualitas riset perguruan tinggi agar mampu menghasilkan inovasi yang relevan, berdaya saing global, serta berkontribusi nyata dalam mendukung transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





.jpeg&w=3840&q=75)
