Kemdiktisaintek–NEDO Siapkan Proyek Strategis Indonesia-Jepang di Bidang Energi dan Teknologi Industri

Kabar

06 January 2026 | 22.15 WIB

Kemdiktisaintek–NEDO Siapkan Proyek Strategis Indonesia-Jepang di Bidang Energi dan Teknologi Industri

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkolaborasi dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang menggelar Indonesia–Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta, Selasa (6/1). 

Lokakarya ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang yang berorientasi pada riset terapan dan hilirisasi dan teknologi industri, khususnya di bidang energi baru terbarukan, teknologi digital, transportasi, lingkungan, dan penguatan daya saing industri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa kolaborasi dengan NEDO merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju hilirisasi produk bernilai tambah berbasis sains dan teknologi. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, industri, dan kebutuhan pembangunan nasional.

“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana pengetahuan dan riset di perguruan tinggi dapat dikonversi menjadi teknologi yang bernilai tambah dan mampu menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi riset yang terhubung langsung dengan industri menjadi kunci untuk mempercepat hilirisasi,” ujar Menteri Brian.

Dalam forum bilateral ini, Kemdiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dan NEDO membahas peluang pengembangan proyek riset bersama dengan pendekatan satu langkah menuju industri (one step to industry). Mendiktisaintek juga menyampaikan rencana pengembangan sekitar lima hingga tujuh proyek strategis berskala besar yang akan dikerjakan secara kolaboratif oleh perguruan tinggi, industri, dan pemerintah kedua negara. 

“Saya berharap diskusi hari ini menghasilkan langkah nyata, dan mudah-mudahan di pertemuan tahun depan kita tidak lagi berdiskusi namun sudah membangun industri bersama,” tegas Menteri Brian.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie yang turut hadir menegaskan bahwa kolaborasi riset memberikan dampak yang sangat luas, namun riset harus dirancang agar berdampak nyata bagi perekonomian nasional. 

“Yang paling penting adalah bagaimana kita merencanakan riset agar benar-benar mendukung perekonomian nasional. Riset harus menjawab tantangan sosial dan teknologi, sekaligus menemukan titik temu di antara keduanya, sehingga kita dapat menentukan riset terbaik yang perlu dikembangkan,” ujar Wakil Menteri Stella.

Lebih lanjut Wamen Stella menjelaskan penguatan riset nasional perlu difokuskan pada pengembangan bidang-bidang unggulan yang menjadi kekuatan Indonesia, terutama pada niche areas yang memiliki potensi daya saing dan nilai tambah tinggi.

Riset Bersama Indonesia-Jepang

Executive Director of Technology & Innovation Strategy Center NEDO, Kikuo Kishimoto menjelaskan bahwa NEDO merupakan lembaga riset dan pengembangan nasional Jepang yang berfokus isu energi dan lingkungan global, serta penguatan teknologi industri. Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi energi baru terbarukan dan industri masa depan.

“Kami berharap lokakarya ini membantu mempertemukan kebutuhan Indonesia dengan keunggulan teknologi Jepang, sekaligus mempercepat pembentukan kolaborasi riset yang konkret melalui program dan peluang pendanaan NEDO,” ujar Kishimoto.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman menegaskan bahwa kolaborasi ini harus memberikan manfaat untuk kedua negara (Symbiotic Exchange) sebagai strategi kunci untuk mewujudkan kemitraan yang strategis dan berkelanjutan.

“Dalam kolaborasi ini Indonesia bisa mendapatkan akses ke deep tech, pendanaan riset dan pengembangan, serta jalur komersialisasi untuk percepatan ekonomi berbasis inovasi. Sementara  Jepang juga mendapatkan akses kepada pool talenta muda riset yang adaptif, ‘laboratorium hidup’ untuk menguji dan scale solusi industri 5, sekaligus penguatan peran sebagai simpul strategis bagi kawasan Global South,” jelas Dirjen Fauzan.  

Lebih lanjut Dirjen Fauzan menambahkan bahwa resolusi kerja sama untuk memfasilitasi pengembangan strategis yang sedang dikembangkan adalah model quadruple-helix transnasional atau yang dikenal dengan skema 2+2 yaitu model kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi Indonesia dan jepang untuk bekerja sama sekaligus melibatkan industri di kedua negara. 

“Dalam skema ini, perguruan tinggi Indonesia akan mendapatkan dukungan riset dan pendanaan dari Kemdiktisaintek dan industri Indonesia, sedangkan perguruan tinggi Jepang memperoleh dukungan dari NEDO dan industri di Jepang,” ujar Dirjen Fauzan.

Melalui pertemuan ini, Kemdiktisaintek dan NEDO menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang berdampak, memperkuat daya saing industri nasional, serta mempererat hubungan Indonesia-Jepang dalam jangka panjang. Hasil workshop ini diharapkan menjadi pijakan tindak lanjut berupa penguatan jejaring, penyusunan proposal, hingga pembentukan konsorsium kolaboratif untuk hilirisasi inovasi pada bidang energi baru dan teknologi industri.

Lokakarya ini diikuti lebih dari 120 peserta dari perwakilan perguruan tinggi, industri, serta unsur pemerintah dan lembaga inovasi. Diskusi membahas penyelarasan teknologi Jepang dengan kebutuhan Indonesia, praktik kolaborasi internasional, pengembangan waste-to-energy dan hilirisasi teknologi, serta peluang pendanaan riset. Forum juga memperdalam peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi industri inovatif dengan melibatkan Science Techno Park (STP) Universitas Gadjah Mada (UGM), STP Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Pertamina, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memperkuat keterhubungan riset dengan kebutuhan industri.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif





/

5

Ulas Sekarang