Toba-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke kota Toba Provinsi Sumatra Utara, masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026, di TB Silalahi Center, Rabu (22/4).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapat masukan berupa data data faktual bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, perpustakaan, riset dan inovasi serta statistik di daerah yang di kunjungi, mendapat masukan terkait pokok pokok substansi pembangunan nasional yang dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan sesuai dengan tugas dan fungsi Komisi X DPR RI, memantau implementasi rekomendasi beberapa Panja Pengawasan Komisi X DPR RI, kendala dan permasalahannya dan langkah langkah yang perlu dilakukan untuk pengambilan kebijakan selanjutnya.
Dalam kunjungan tersebut, Plt. (Inspektorat Jenderal) Irjen Kemdiktisaintek, Nur Syarifah mengatakan kementerian mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Toba.
"Dalam pemerintahan Presiden Prabowo ditetapkan PHTC berupa program sekolah menengah atas unggul Garuda. Sekolah Garuda terdiri atas Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Sampai dengan tahun 2029 akan dibangun 20 Sekolah Garuda Baru. Sedangkan target pengembangan Sekolah Garuda Transformasi sebanyak 80 sekolah sampai dengan tahun 2029,” ujar Plt. Irjen.
Irjen mengatakan linkand match lulusan perguruan tinggi dengan dunia kerja merupakan persoalan yang tidak bisa ditangani hanya oleh Kemdiktisaintek, melainkan harus dilakukan kolaborasi multistakeholder. Permasalahan tersebut menjadi perhatian serius, dan menjadi isu strategis yang akan dimasukkan dalam revisi UU Sisdiknas. Dalam revisi UU Sisdiknas juga akan diperkuat kebijakan terkait dengan pendidikan vokasi.
Plt. Irjen juga mengatakan Kemdiktisaintek meluncurkan program magang berdampak yang memberikan pengalaman bagi mahasiswa magang ke dunia industri. Irjen juga mengatakan melalui program link and match ini, harapannya lulusan sarjana akan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.
Sementara itu, Pimpinan Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati menyampaikan bahwa seluruh jajarannya akan memberikan dukungan program-program pendidikan yang ada di Kabupaten Toba.
"Komisi X berkomitmen memastikan anak anak di daerah Toba ini melanjutkan pendidikan tinggi," ujar Kurniasih.
Kurniasih mengatakan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi masih cukup rendah, yaitu 19,40%. Artinya 100 tamatan SMA hanya 19 orang kuliah. Komisi X juga mendukung program link and match antara kebutuhan industri dan kualitas tenaga kerja.
Selain itu, Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus mengatakan kunjungan ini memberikan dampak baik untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Toba. Bupati juga menegaskan komitmen masyarakat Toba terhadap pendidikan anak.
Turut hadir dalam Kunjungan Reses tersebut Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara,, Perwakilan dari Kemendikdasmen, Kemenbud, Kemenpora, BRIN, BPS, dan Perpusnas.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif




.jpeg&w=3840&q=75)

