Membangun Ekosistem Regenerasi Kepemimpinan Nasional menuju Indonesia Emas 2045

Kabar

29 October 2025 | 14.07 WIB

Membangun Ekosistem Regenerasi Kepemimpinan Nasional menuju Indonesia Emas 2045

Bandung-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto membuka Program Indonesia Future Leaders Camp (FLC) 2025.  Program FLC ini dirancang untuk menyiapkan generasi pemimpin muda Indonesia yang berintegritas, adaptif, visioner, serta berdaya saing tinggi.

Sebanyak 60 peserta terpilih mengikuti FLC Regional I yang merupakan ketua atau pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat universitas dan ketua atau pengurus organisasi ekstrakampus di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yang lolos seleksi administrasi. FLC Regional I ini berlangsung di Aula Universitas Islam Bandung (Unisba), Rabu (29/10).

Dalam paparannya, Mendiktisaintek menekankan pentingnya membangun ekosistem regenerasi kepemimpinan nasional yang kuat demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkannya, tentu dibutuhkan persiapan, berupa pembangunan kapasitas para pemuda.

"(Forum FLC, red) ini adalah satu gagasan untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa kita. Jadi saya termasuk orang yang percaya bahwa seorang aktivis, adik-adik yang aktif di kemahasiswaan itu memiliki nilai lebih. Karena sejak muda berlatih untuk me-manage waktu, memikirkan lebih banyak dari teman-teman kebanyakan. Yang membuat orang berhasil itu adalah yang bisa melakukan multitasking, memikirkan banyak hal secara bersamaan dan tetap bisa tenang memanage problems yang ada. Itu sesuatu yang sangat dibutuhkan (dalam, red) leadership. Yang adik-adik jalani sebagai seorang aktivis di kampus, melatih untuk itu," papar Menteri Brian kepada para peserta FLC.

Menteri Brian juga menyoroti untuk menjaga keseimbangan akademis dengan aktivitas lainnya. Forum FLC tambah Mendiktisaintek, menjadi upaya untuk menstimulus para mahasiswa paham paradigma dan wawasan global terkini sejak dini.

"Kebanyakan teman-teman aktivis, dia tidak terlalu catch up dengan akademiknya. Akademiknya dia nggak strong. Sebaliknya anak yang akademiknya strong dia tidak ingin menjadi aktivis. Padahal dua-duanya perlu. Nah ini yang kita ingin sebenarnya jaring ya dari FLC. Kita ingin menstimulus, kita ingin menyiapkan sejak dini paradigma-paradigma Sehingga teman-teman mahasiswa itu betul-betul punya bayangan," ujar Menteri Brian.

FLC: Bangun Generasi Muda Pemimpin

Mendiktisaintek menegaskan bahwa tidak ada bangsa, yang akan menjadi besar tanpa didukung oleh ambisi dan mimpi besar anak-anak mudanya. Menteri Brian mencontohkan negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Korea, dan China yang pembangunannya didorong oleh ambisi generasi muda. Untuk itu, Menteri Brian  berharap para peserta FLC mencermati bagaimana bangsa lain bisa maju.

"Anda bisa perhatikan, bisa cermati bangsa bisa maju itu seperti apa. Saya mendapatkan kesimpulan bahwa orang-orang yang maju, negara-negara yang maju itu diisi oleh anak-anak muda yang punya ambisi tinggi, open mind, terbuka, enggak sempit, tapi dia ambisinya tinggi. Begitulah dulu Amerika maju," ungkap Menteri Brian.

Mimpi Besar, Merah Putih Sejajar dengan Negara Maju

Mendiktisaintek mengaitkan visi kepemimpinan generasi muda, dengan rasa bangga nasional, yang diibaratkan dengan "Merah Putih Sejajar".

"Bagaimana supaya sejajar? Sejak dulu saya bayangkan yang namanya Merah Putih Sejajar itu adalah ketika kita pergi ke kota-kota besar, maka berkibar merah putih dari produk-produknya," terang Menteri Brian.

Semua itu bisa terjadi kalau anak muda punya keinginan menjadi pemimpin, dengan visi yang besar. Bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.

"Jadi itu yang kita ingin bangunkan, dan ingin lahirkan di negeri ini. Anak-anak muda yang punya keinginan besar, visi besar, mimpi besar. Yang dikejar anak muda itu adalah dia menjadi betul-betul pemimpin. Di level tidak hanya nasional tapi global," jelas Menteri Brian.

Dicontohkan Menteri Brian bahwa merek terkenal asal Korea seperti Samsung, dan Hyundai, digunakan oleh berbagai negara.

"Saya pikir, saya datang ke Boston lewat mobil Hyundai, bendera Korea. Saya mendarat di Qatar, yang jemput taksinya Hyundai juga. It's amazing, jadi kita harus punya mimpi besar seperti itu. Kita gak mungkin lawan mereka kalau mimpi kita sempit. Nah ini yang kita ingin lahirkan di Future Leaders Camp," ungkap Menteri Brian.

Sebagai penutup, Mendiktisaintek menyampaikan harapan besarnya kepada peserta FLC yang kelak menjadi calon pemimpin.

"Jangan khawatir dengan latar belakang anda. Siapapun anda, anda bisa capai itu. Kuncinya satu, mimpi yang setinggi-tingginya. Tapi kemudian anda juga harus kejar terus secara tekun mimpi besar tersebut," pungkas Menteri Brian diiringi tepuk tangan para peserta FLC.

FLC merupakan wadah regenerasi kepemimpinan nasional pertama dan paling bergengsi yang diadakan oleh Kemdiktisaintek. FLC bertujuan menjadi wadah penguatan kepemimpinan strategis bagi para ketua atau pengurus BEM dan ketua atau pengurus organisasi ekstra kampus di seluruh Indonesia sebagai calon-calon pemimpin bangsa dengan pendekatan experiential learning.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang