Mendiktisaintek dan Menteri Pertahanan Tinjau Pengolahan Sampah di Mabes TNI Cilangkap

Kabar

27 March 2026 | 21.30 WIB

Mendiktisaintek dan Menteri Pertahanan Tinjau Pengolahan Sampah di Mabes TNI Cilangkap

Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan tinjauan ke fasilitas pengolahan sampah di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) Cilangkap, bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto untuk melihat langsung implementasi pengelolaan sampah berbasis teknologi, Jumat (27/3).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan penanganan sampah nasional yang semakin kompleks.

Dalam giat tersebut, Mendiktisaintek menyoroti pentingnya pendekatan berbasis riset dan inovasi dalam pengelolaan sampah, khususnya melalui pemanfaatan teknologi yang dapat diterapkan secara efektif di berbagai skala. Kolaborasi antara pemerintah pusat, institusi pertahanan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang adaptif dan berkelanjutan.

Fasilitas pengolahan sampah yang disebut Mesin Olah Runtah (Motah) di Mabes TNI menjadi salah satu contoh implementasi pengolahan sampah berbasis teknologi yang dapat diadopsi dan direplikasi. Pendekatan ini dinilai relevan untuk mendukung pengurangan beban tempat pembuangan akhir, sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pengelolaan sampah.

Sebelumnya, Mendiktisaintek di Istana Negara mengungkap bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya melakukan percepatan pengembangan dan uji coba teknologi pengolahan sampah skala mikro. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri rapat yang membahas percepatan penanganan sampah nasional, awal Februari lalu (11/2).

Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Sampah Nasional yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Mendiktisaintek juga menyoroti bahwa gerakan Pengelolaan Sampah di Kampus telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Kampus dinilai memiliki peran lebih dari sekadar pusat riset, melainkan juga sebagai laboratorium nyata untuk menguji, menyempurnakan, dan mereplikasi solusi teknologi pengelolaan sampah.

Melalui pendekatan tersebut, Kemdiktisaintek terus mendorong konsolidasi berbagai inovasi teknologi pengolahan sampah yang dilakukan kampus, untuk dihilirisasi dan distandarisasi. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan teknologi oleh berbagai pihak, termasuk institusi pemerintah dan daerah, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.

Kunjungan ke fasilitas “Motah” ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara kebijakan, riset, dan implementasi di lapangan, sekaligus mendorong percepatan adopsi solusi pengolahan sampah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan di berbagai wilayah di Indonesia.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang