Mendiktisaintek Dorong Unesa sebagai Kampus Percontohan Pengelolaan Sampah Mandiri

Kabar

09 May 2026 | 21.00 WIB

Mendiktisaintek Dorong Unesa sebagai Kampus Percontohan Pengelolaan Sampah Mandiri

Surabaya-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, tinjau fasilitas pengelolaan sampah milik Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Hal ini dinilai Mendiktisaintek menjadi langkah konkret perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan budaya peduli lingkungan, Sabtu (9/5).


Dikatakan Menteri Brian, Unesa sebagai perguruan tinggi yang responsif dan adaptif dalam menindaklanjuti berbagai masukan terkait pengelolaan lingkungan. Delapan bulan setelah penyampaian sejumlah rekomendasi penguatan sistem pengelolaan sampah, Unesa berhasil menghadirkan perubahan nyata dengan pengelolaan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.


Disampaikan dalam kunjungan tersebut, proses pengelolaan sampah di Unesa telah berjalan secara terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga daur ulang. Ini menunjukkan bahwa kampus mampu menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri melalui inovasi dan kolaborasi seluruh sivitas akademika.


Lebih lanjut Rektor Unesa Nurhasan menuturkan, Unesa juga telah mengembangkan proses daur ulang yang menghasilkan produk bernilai tambah, seperti biji plastik hasil recycle. Inovasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi sirkular di lingkungan pendidikan tinggi.


Civitas Akademika Unesa berkomitmen untuk terus memperkuat fasilitas dan sarana pengolahan sampah agar kapasitas pengelolaan semakin optimal. Pengembangan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengurangan sampah sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi lingkungan.


Kemdiktisaintek mendorong agar model pengelolaan sampah yang diterapkan Unesa dapat menjadi praktik baik (best practice) bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. Konsep “sampah selesai di kampus” dinilai relevan untuk diterapkan secara luas sebagai bagian dari transformasi kampus hijau dan berkelanjutan.


Lebih lanjut, konsep yang dikembangkan Unesa juga memiliki potensi untuk direplikasi oleh pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Dalam hal ini, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran sebagai pusat pendampingan, supervisi, dan pengembangan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.


Mendiktisaintek menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unesa beserta seluruh jajaran pimpinan, tenaga pendidik, mahasiswa, dan tim pengelola yang telah bekerja keras mewujudkan pengelolaan sampah mandiri di lingkungan kampus. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang