Mendiktisaintek Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi

Kabar

11 June 2026 | 15.45 WIB

Mendiktisaintek Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi

Minahasa Utara–Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Klabat (Unklab), Kamis (11/6).

“Kampus-kampus terbaik dunia membangun kualitas melalui perhatian terhadap hal-hal kecil atau perfect in detail. Kebersihan, keteraturan, dan berbagai hal kecil lainnya. Selama empat tahun mahasiswa dibina dan dididik, mereka hidup dalam lingkungan yang membiasakan mereka melihat sesuatu yang baik, tertata, dan disiplin. Ketika nantinya mereka terjun ke masyarakat, mereka akan terdorong untuk melayani dengan cara yang terbaik, sebagaimana mereka dibentuk dan dilayani selama berada di kampus,” ujar Menteri Brian.

Menteri Brian juga mendorong agar praktik-praktik baik yang telah dibangun di lingkungan kampus, termasuk dalam penanganan sampah dan pengelolaan kebersihan, dapat ditularkan kepada masyarakat sekitar. Melalui hal ini perguruan tinggi tidak hanya berperan mendidik mahasiswa, tetapi juga menjadi teladan dalam menghadirkan budaya hidup yang tertib, bersih, dan berdampak bagi lingkungan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam memperkuat implementasi kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek mengapresiasi berbagai praktik baik yang telah dikembangkan Unklab. Berdiri sejak tahun 1965, Unklab dikenal sebagai perguruan tinggi berbasis asrama (boarding campus) yang mengembangkan pendekatan pendidikan holistik melalui pembinaan akademik, karakter, spiritualitas, kepedulian sosial, dan pengembangan fisik mahasiswa.

Lebih lanjut, Menteri Brian menegaskan bahwa dosen dan tenaga kependidikan merupakan garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Peran dosen tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk cara pandang, etos kerja, karakter, dan semangat berkarya generasi muda, serta membangun investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Rektor Unklab, Danny Ivan Rantung menyampaikan bahwa pendidikan di Unklab dirancang untuk membentuk mahasiswa secara utuh melalui pendekatan pendidikan holistik yang mengintegrasikan pengembangan akademik, mental, sosial, spiritual, dan fisik.

“Di Universitas Klabat, kami tidak hanya menekankan pada quality of education, tetapi pada holistic education. Mahasiswa kami tinggal di dalam kampus sehingga perkembangan mental, sosial, spiritual, dan fisik dapat dibina secara menyeluruh. Kami juga menerapkan sistem subsidi silang untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu secara finansial agar tetap dapat mengakses pendidikan tinggi dan menyelesaikan studinya,” ujar Rektor Danny.

Kunjungan kerja ini menjadi wujud komitmen Kemdiktisaintek untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan berdampak, sehingga semakin berperan sebagai penggerak transformasi sosial, ekonomi, dan pembangunan bangsa.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak




/

5

Ulas Sekarang