Surabaya-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memiliki peran yang setara sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia unggul, riset, dan nasional. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (9/5).
Dalam arahannya, Menteri Brian menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi dan memperkuat peran PTS.
“Kita tidak pernah membedakan PTN dan PTS. Semuanya adalah ujung tombak pembangunan SDM unggul kita di masa depan serta ujung tombak riset dan inovasi,” ujar Menteri Brian.
Tantangan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi saat ini bukan semata persoalan kapasitas penerimaan perguruan tinggi, melainkan kemampuan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi yang masih dipengaruhi kondisi ekonomi dan industrialisasi.
“Permasalahannya sesungguhnya bukan karena PTN yang menerima banyak mahasiswa, tetapi karena memang kemampuan untuk pergi higher education ini masih belum sepenuhnya terdorong oleh industrialisasi,” jelas Mendiktisaintek.
Dalam dialog bersama pimpinan kampus, Menteri Brian juga menyampaikan bahwa jumlah proposal hibah penelitian tahun ini meningkat signifikan setelah adanya kebijakan yang memperbolehkan alokasi honorarium dalam penelitian.
“Jumlah pendaftar tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu setelah kita membuat aturan memperbolehkan adanya honor 25%,” ungkap Menteri Brian.
Mendiktisaintek turut mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dengan industri serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk dalam pengelolaan sampah di lingkungan kampus.
Sementara itu, Rektor Umsura, Mundakir menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan penguatan PTS yang dinilai berdampak positif terhadap peningkatan minat calon mahasiswa.
“Alhamdulillah ini tren-nya kami lihat jumlah mahasiswa atau peminat yang daftar jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujar Rektor Umsura.
Selain itu, Rektor Mundakir menjelaskan bahwa kampusnya terus memperkuat internasionalisasi melalui program double degree dengan perguruan tinggi di Taiwan serta pengembangan riset berbasis teknologi, termasuk inovasi deteksi hama pertanian berbasis kecerdasan artifisial.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





