Jakarta-Transformasi pendidikan tinggi menyorot pada peningkatan kualitas akademik serta penguatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global. Dalam menghadapi dinamika pasar tenaga kerja internasional yang semakin kompetitif, perguruan tinggi berperan strategis dalam menyiapkan talenta terampil yang mampu bersaing di pasar global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), jumlah pekerja migran Indonesia yang ditempatkan ke luar negeri mencapai sekitar 296 ribu orang, dengan total remitansi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp280 triliun. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan pekerja migran terhadap perekonomian nasional. Namun, dibandingkan dengan negara lain seperti Filipina dan India, jumlah tenaga kerja terampil Indonesia yang bekerja di luar negeri masih relatif terbatas, terutama pada sektor-sektor berkeahlian tinggi (high-skilled workers).
Di sisi lain, laporan global terkait ketenagakerjaan menunjukkan adanya kekurangan tenaga kerja terampil (talent shortage) di berbagai negara tujuan, khususnya pada sektor kesehatan, manufaktur, dan teknologi. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan partisipasi tenaga kerja terampil di pasar global.
Menjawab peluang dan tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Forum Diskusi dan Sosialisasi: Peluang dan Tantangan Tenaga Kerja Terampil Indonesia untuk Bekerja di Luar Negeri melalui Penguatan Career Development Center (CDC) di Perguruan Tinggi untuk terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap peluang kerja lintas negara, Rabu (8/4).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan saat membuka acara menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem yang mendorong lahirnya talenta global.
“Hari ini kita sedang merancang sebuah formula yang efektif untuk memasifkan kerja ke luar negeri, khususnya lulusan perguruan tinggi. Pertemuan ini akan melahirkan satu konsep menuju budaya dan pola pikir baru terkait bekerja di luar negeri,” ujar Wamen Fauzan.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi menyampaikan bahwa penguatan peran perguruan tinggi menjadi kunci dalam meningkatkan keterserapan lulusan sekaligus menjawab kebutuhan global akan tenaga kerja terampil.
“Di tingkat global terdapat kekurangan tenaga kerja terampil. Perguruan tinggi merupakan sentra utama untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional,” jelas Dirjen Khairul.
Penguatan CDC di perguruan tinggi menjadi instrumen penting dalam menyiapkan lulusan agar siap memasuki pasar kerja global, melalui penguatan kompetensi, kemampuan bahasa, serta kesiapan mental dan budaya kerja. Saat ini, tercatat terdapat sekitar 170 CDC berbasis kampus di Indonesia. Penguatan CDC ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebutuhan industri global dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Kerja sama dengan KP2MI juga terus diperkuat untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan pasar kerja luar negeri dengan sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (Dirjen P3KLN) KP2MI, Dwi Setiawan Susanto memaparkan terkait migrant center yang tengah dikembangkan oleh KP2MI.
“Setiap kampus memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga kapasitas yang dibutuhkan berbeda-beda pula. Indonesia punya berbagai sektor unggulan. Center-center ini harus kita manfaatkan dan kolaborasikan bersama,” ujar Dirjen Dwi.
Melalui agenda ini, Kemdiktisaintek mendorong kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja global yang terintegrasi. Penguatan CDC di perguruan tinggi diharapkan pusat pengembangan talenta global yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja internasional.
Ke depan, Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus mendorong transformasi pendidikan tinggi menghasilkan lulusan berkualitas serta membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






