Posko Dapur Umum Kampus di Aceh, Siapkan 500 Porsi Makan Perhari untuk Mahasiswa dan Warga Terdampak Bencana

Kabar

07 December 2025 | 10.15 WIB

Posko Dapur Umum Kampus di Aceh, Siapkan 500 Porsi Makan Perhari untuk Mahasiswa dan Warga Terdampak Bencana

Aceh-Dukungan nyata perguruan tinggi untuk mendukung masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus berlangsung. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong respons cepat berbagai kampus, salah satunya dengan membangun dapur umum.


Hal ini dilakukan antara lain oleh Universitas Syiah Kuala (USK), Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, hingga Universitas Al Muslim Bireuen yang membuka Posko dapur umum sejak 30 November 2025 bagi mahasiswa yang terdampak bencana serta membuka donasi untuk mendukung keberlanjutan dapur umum ini hingga keadaan pulih sepenuhnya.


Rektor USK, Marwan menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek untuk memastikan respons perguruan tinggi berjalan cepat dan terarah. USK kata Marwan, bergerak segera setelah menerima informasi awal terkait banjir, membentuk Satgas Respons USK, melakukan pendataan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa terdampak, serta segera mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah kenaikan harga dan keterbatasan akses memasak.  


“Dapur umum di Syiah Kuala menyediakan hingga 500 porsi makan perhari, baik untuk mahasiswa juga warga yang terdampak. Untuk mendukung proses pemulihan, USK juga menetapkan masa libur kuliah sementara hingga 13 Desember 2025. Kami menggerakkan fungsi pengabdian kepada masyarakat. Ini suatu hal yang sangat positif, respons yang sangat bagus dari kementerian untuk mem-backup kita yang di daerah-daerah terdampak. Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan dengan baik pada masa tanggap darurat hingga masa rehabilitasi serta rekonstruksi bencana,” ungkapnya, Sabtu (6/12).


Pembukaan Dapur Umum oleh Perguruan Tinggi


Pendirian posko dapur umum juga dilakukan oleh ISBI Aceh. Rektor ISBI Aceh, Wildan mengatakan kampusnya mengoperasikan dapur umum dengan menyediakan makanan dua kali sehari serta posko tanggap darurat. Ia menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa penerima bantuan masih terus didata karena sebagian besar belum mendaftar.


“Yang terdaftar saat ini sekitar 150 mahasiswa, tetapi panitia menyiapkan sekitar 200 porsi per hari, dan itu selalu habis. Jadi, meskipun porsinya masih terbatas, paling tidak sampai 200 porsi sudah bisa kita layani per hari,” ujar Wildan.


Wildan memastikan bahwa operasional dapur umum akan dilanjutkan sampai kondisi dinyatakan stabil. Ia menilai keberadaan dapur umum sangat membantu pemenuhan kebutuhan makan sementara bagi mahasiswa dan warga terdampak.


Sementara itu, Ketua Satgas Bencana Universitas Almuslim, Afkar menyampaikan bahwa kampusnya juga membuka dapur umum yang melayani mahasiswa terdampak, terutama mereka yang masih terputus komunikasi dengan keluarga.


“Setiap hari kami menyiapkan hingga 200 porsi makanan untuk mahasiswa yang terdampak dan belum bisa pulang. Banyak dari mereka kehilangan akses komunikasi karena komunikasi terputus,” jelasnya.


Dampak dan Harapan Pemulihan


Mahasiswa semester 3 Universitas Almuslim, Faizaturrahmi (20), menyampaikan rasa terima kasih atas keberadaan dapur umum. Sebagai seorang relawan di dapur umum ia menuturkan layanan ini membantu mahasiswa tetap mendapatkan makanan dalam keadaan aman dan nyaman. Ia berharap kondisi segera pulih dan aktivitas kampus dapat kembali berjalan normal.


“Semoga bencana ini dan akibat-akibatnya cepat berlalu. Kami ingin beraktivitas seperti sebelumnya. Sejujurnya sudah kangen banget kuliahnya,” ucapnya.


Hal yang sama diungkap oleh Eka Elvira (22), Mahasiswa Program Profesi Ners USK, yang juga seorang relawan tenaga medis di RSUD Pidie Jaya,  ia pun berharap agar bencana ini dapat segera berlalu, dan aktivitas perkuliahan dapat berjalan normal kembali.


“Semoga dampak bencana ini cepat bisa selesai, dan kembali seperti sediakala sehingga kami bisa beraktivitas kuliah seperti biasa,” ujarnya.


Senada dengan Eka dan Faiza, Muhammad Farhan, Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Almuslim Fakultas Kedokteran hingga saat ini menjadi relawan mendistribusikan bantuan pangan, kebutuhan sehari-hari, dan bantuan medis, di Posko Darurat Kesehatan Almuslim Bireuen.


Ia berharap pemerintah memberikan bantuan sebanyak-banyaknya karena kondisi di wilayah terdampak di Bireuen memang sangat parah, hingga akses jalan terputus. 


“Kebetulan, salah satu teman kami rumahnya juga tenggelam sedalam 2 meter, lumpurnya pun tinggi. Jadi harapannya, bantuan dari pemerintah pusat benar-benar sampai ke sini, baik itu pakaian layak pakai, obat-obatan, maupun bahan makanan. Tentu saya berharap bencana ini cepat berlalu dan teratasi dengan baik, sehingga masyarakat bisa pulih dan kami para mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan kembali seperti secepatnya,” pungkas Farhan.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif



/

5

Ulas Sekarang