Makassar-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktiksaintek), Brian Yuliarto meresmikan penggunaan penuh Gedung Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas), sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan terintegrasi, Kamis (29/1).
RS Unhas merupakan rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Unhas yang saat ini berstatus Rumah Sakit Tipe B dengan kapasitas 414 tempat tidur. RS ini berperan strategis dalam pelayanan kesehatan rujukan, pendidikan tenaga medis, serta pengembangan riset dan inovasi kesehatan.
Dalam sambutannya, Mendiktiksaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa RS Unhas memiliki peran penting sebagai wahana pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, RS Unhas diharapkan menjadi contoh integrasi layanan kesehatan dengan pendidikan tinggi dan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Rumah sakit universitas seperti RS Unhas harus menjadi ruang pembelajaran, ruang inovasi, dan ruang pengabdian. Di sinilah pendidikan, riset, dan layanan kesehatan bertemu untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Menteri Brian.
Gedung RS Unhas yang diresmikan ini dibangun melalui dukungan KfW Development Bankdengan nilai pendanaan sekitar USD 32 juta atau setara Rp500 miliar, yang mencakup pembangunan fisik, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan sistem layanan. Gedung tersebut telah diserahterimakan pada Januari 2023 dan kini resmi digunakan secara penuh.
Direktur Utama RS Unhas Andi Muhammad Ichsan menyampaikan bahwa RS Unhas tidak hanya melayani masyarakat Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi rumah sakit rujukan dan pembina bagi rumah sakit di Sulawesi Barat hingga Papua. Sepanjang tahun 2025, RS Unhas mencatat 178.000 kunjungan rawat jalan, 9.995 pasien rawat inap, 10.400 kunjungan IGD, serta 5.700 tindakan operasi.
Di bidang pendidikan, RS Unhas setiap tahunnya mendidik sekitar 8.200 calon dokter dan dokter spesialis hingga subspesialis, termasuk mahasiswa internasional. RS Unhas juga didukung oleh 214 dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang berpraktik sebagai tenaga medis, terdiri atas profesor, konsultan, subspesialis, dan spesialis.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menegaskan komitmen kampus yang dipimpinnya untuk terus mengembangkan layanan kesehatan terpadu yang profesional dan berkelanjutan. Pengembangan RS Unhas diarahkan untuk menjangkau masyarakat secara luas dengan pengelolaan yang akuntabel, serta disinergikan dengan penguatan sumber daya manusia dan teknologi.
“Universitas Hasanuddin berkomitmen mengembangkan RS Unhas sebagai bagian dari layanan strategis universitas, dengan target yang terukur, pengelolaan yang sehat, dan dukungan penuh terhadap pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rektor Unhas.
Mendiktiksaintek juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset dan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dengan industri, termasuk industri alat kesehatan dan teknologi medis. Menurutnya, pendekatan inovatif dalam pembiayaan dan pemanfaatan aset perlu terus dikembangkan agar rumah sakit pendidikan dapat tumbuh berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas layanan dan pendidikan.
Selain itu, Menteri Brian mengingatkan pentingnya keseimbangan peran dosen dan dokter, yaitu antara praktik layanan dan kegiatan riset, agar pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi tetap berjalan seiring dengan pengabdian kepada masyarakat.
Peresmian Gedung RS Universitas Hasanuddin ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia unggul, penguatan riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





