Sinergi Kampus untuk Penguatan Koperasi Desa Merah Putih

Kabar

23 December 2025 | 11.30 WIB

Sinergi Kampus untuk Penguatan Koperasi Desa Merah Putih

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) melalui audiensi antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie dan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (22/12).

Pertemuan ini membahas penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) khususnya dalam pemanfaatan sumber daya perguruan tinggi untuk mendukung penguatan ekonomi desa berbasis riset, pengabdian kepada masyarakat, dan partisipasi mahasiswa.

Wamendiktisaintek menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan KDKMP harus dirancang secara terarah dan berbasis kebutuhan di lapangan agar memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa.

“Kolaborasi ini menjadi efektif jika dimulai dari kebutuhan koperasinya, bukan dari universitasnya. Kemenkop dapat menentukan koperasi mana yang menjadi pilot project, terutama di daerah dengan tingkat ketertinggalan ekonomi tertinggi. Setelah itu, Kemdiktisaintek akan memetakan perguruan tinggi terdekat yang paling relevan untuk melakukan pendampingan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), riset, dan pengabdian masyarakat,” ujar Wamen Stella.

Wamen Stella juga menambahkan bahwa penguatan koperasi desa perlu diarahkan pada pengembangan usaha yang produktif dan berkelanjutan, sehingga koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah administratif, tetapi mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

“Koperasi saat ini harus diposisikan sebagai badan usaha yang memiliki aktivitas bisnis nyata, bukan sekadar struktur organisasi. Dengan pendekatan tersebut, koperasi dapat kembali menjadi soko guru perekonomian desa dan menjadi ruang belajar kewirausahaan yang relevan bagi generasi muda,” tambah Wamen Stella.

Dalam kesempatan yang sama Wamenkop menjelaskan bahwa saat ini telah terbentuk lebih dari 83.000 KDKMP yang hampir menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Program ini merupakan wujud komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

“Hingga saat ini, antusiasme masyarakat desa dan kelurahan sangat tinggi. Dari target awal 80 ribu, kini telah terbentuk lebih dari 83 ribu KDKMP, dan hampir 98 persen telah berbadan hukum,” ujar Wamenkop Farida.

Wamenkop menjelaskan bahwa setiap koperasi didesain memiliki tujuh gerai usaha dan satu gudang, yang meliputi gerai sembako, klinik, apotek, logistik, simpan pinjam, kantor koperasi, serta gerai potensi desa, dengan dilengkapi fasilitas pendukung yang pembangunannya difasilitasi oleh negara melalui Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat ini telah berlangsung di lebih dari 23 ribu titik di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan Agro Industri Nasional (Agrinas) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat proses konstruksi, sehingga koperasi dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Kampus sebagai penggerak Literasi, Riset, dan Pendampingan Ekonomi Desa

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek membuka peluang integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ke dalam berbagai skema pengabdian masyarakat dan pemberdayaan mahasiswa, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa).

“Skema KKN tematik dan pengabdian masyarakat dapat disesuaikan dengan kebutuhan koperasi. Pendekatannya berbasis kemitraan, sehingga mahasiswa dan dosen dapat memilih lokasi yang relevan dan memberikan dampak nyata,” ujar Benny.

Senada dengan Benny, Staf Khusus Menteri (SKM) Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono menjelaskan bahwa Program KDKMP sejalan dengan arah pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan pembangunan dari desa sebagai fondasi utama.

“Koperasi Desa Merah Putih menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi desa, sesuai dengan Asta Cita Presiden. Karena fokus program ini mencakup seluruh desa di Indonesia, maka dibutuhkan pendekatan kolaboratif yang terstruktur dengan perguruan tinggi,” jelas SKM Haryono.

Ia juga mengusulkan agar keterlibatan perguruan tinggi dapat dilakukan melalui klasterisasi kampus berdasarkan keunggulan dan keilmuan, seperti kampus pendidikan dan pertanian, kampus teknik, serta kampus bisnis dan manajemen. Menurutnya, pendekatan ini akan memudahkan penyesuaian kontribusi kampus dengan kebutuhan riil koperasi di lapangan.

Dorong Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Audiensi ini juga membahas proyeksi dampak ekonomi dari KDKMP. Asisten Deputi (Asdep) Restrukturisasi dan Revitalisasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Rulli Nurdina Sari memaparkan bahwa setiap koperasi desa diproyeksikan mampu menyerap sekitar 20 hingga 22 tenaga kerja lokal. Dengan target 80 ribu koperasi aktif, program ini berpotensi menciptakan hingga lebih dari satu juta lapangan kerja baru di desa dan kelurahan.

“Dengan tujuh gerai dan satu gudang; satu koperasi desa Merah Putih bisa menyerap sekitar 20 hingga 22 tenaga kerja. Jika dikalikan secara nasional, ini berpotensi menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja baru di desa,” ujar Asdep Rulli.

Ia menekankan kolaborasi riset, pendampingan mahasiswa, serta sinergi dengan program pangan nasional diharapkan dapat mempercepat terwujudnya koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui audiensi ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dalam kerangka arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, dengan menjadikan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai penggerak transformasi ekonomi dan sosial masyarakat desa.

Kemdiktisaintek dan Kemenkop sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama ini melalui pemetaan koperasi prioritas, penyusunan pilot project, serta integrasi program riset dan pengabdian masyarakat yang terukur dan berkelanjutan.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak 

#Pentingsaintek 

#Kampusberdampak 

#Kampustransformatif



/

5

Ulas Sekarang