Lhokseumawe - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, (Wamendiktisaintek) Stella Christie, melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dalam rangka mendorong penguatan riset terapan dan kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dengan dunia industri. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), siswa SMA di Aceh Utara, serta perwakilan industri yang selama ini menjadi mitra penelitian kampus, Jumat (19/9).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari implementasi visi Presiden dalam pembangunan sains dan teknologi nasional, termasuk pengembangan program Sekolah Garuda serta Sekolah Baru dan Transformasi yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.
Wamen Stella menegaskan bahwa riset dan inovasi merupakan kunci agar Indonesia mampu bersaing secara global. “Indonesia mampu mengejar kemajuan jika kita serius berinvestasi pada riset, inovasi, dan teknologi. Mahasiswa politeknik memiliki posisi strategis dalam menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat dan industri,” ujar Wamen Stella
Wamen Stella mencontohkan riset mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) berupa robot penyortir sampah yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Wamen juga menekankan pentingnya fokus pada riset unggulan, seperti material jalan yang telah diterapkan di beberapa daerah Aceh Utara, serta memperkuat kerja sama dengan industri. Saat ini, Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) telah berhasil menggandeng mitra industri dengan dukungan pendanaan penelitian mencapai Rp1,4 miliar.
Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Rizal Syahyadi, menambahkan bahwa pihaknya terus berkomitmen mengembangkan kerja sama internasional, termasuk dengan perguruan tinggi di Tiongkok dan Taiwan, serta menjalankan program double degree. “Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan lulusan yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global,” jelas Rizal
Selain itu, kegiatan juga menampilkan paparan riset unggulan, salah satunya konsorsium penelitian baterai listrik nasional yang melibatkan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) bersama Politeknik Negeri Jakarta dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Riset ini menargetkan pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berbasis energi surya untuk kendaraan listrik roda dua hingga peralatan pertanian.
Melalui kunjungan ini, pemerintah menegaskan pentingnya peran politeknik dalam menciptakan ekosistem inovasi berkelanjutan. Strateginya ditempuh dengan menghubungkan hasil riset kampus ke dunia industri agar dapat memberikan dampak nyata pada perekonomian nasional.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






