Wamendiktisaintek Dorong Politeknik Perkuat Peran Pendidikan Tinggi Terapan untuk Kemandirian Nasional dan Kebekerjaan Generasi Muda

Kabar

04 June 2026 | 19.30 WIB

Wamendiktisaintek Dorong Politeknik Perkuat Peran Pendidikan Tinggi Terapan untuk Kemandirian Nasional dan Kebekerjaan Generasi Muda

Surabaya – Perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., saat menghadiri Dies Natalis ke-38 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Kamis (4/6).

Dalam kesempatan tersebut, Wamendiktisaintek menegaskan bahwa pendidikan tinggi terapan harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa, terutama dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

“Perguruan tinggi vokasi memiliki posisi yang sangat penting dalam melahirkan sumber daya manusia unggul serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dari kampus-kampus vokasi inilah lahir berbagai solusi yang dapat memperkuat daya saing dan kemandirian bangsa,” ujar Fauzan.

Penguatan pendidikan tinggi vokasi menjadi semakin penting di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen, sementara Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi masih berada pada angka 32,89 persen. Selain itu, angka pemuda yang tergolong Not in Employment, Education, or Training (NEET) masih mencapai 19,44 persen.

Menurut Wamen Fauzan, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang bagi perguruan tinggi vokasi untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Di sisi lain, Indonesia juga masih menghadapi tantangan ketergantungan terhadap teknologi impor. Data BPS menunjukkan bahwa impor mesin dan peralatan mekanis mencapai US$10,75 miliar pada periode Januari–April 2025 dan menjadi salah satu komoditas impor nonmigas terbesar nasional. Oleh karena itu, penguatan pendidikan tinggi terapan menjadi langkah strategis untuk membangun kapasitas teknologi dalam negeri.

Melalui program Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi agar menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kampus adalah pusat lahirnya sumber daya manusia unggul dan riset-riset terbaik bangsa. Karena itu, kami mendorong transformasi pendidikan tinggi agar hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong masyarakat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk peningkatan kebekerjaan generasi muda” tegas Wamen Fauzan.

Ia menambahkan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui investasi jangka panjang pada pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Selain kompetensi teknis, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membangun karakter generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan memiliki etos kerja yang kuat. Ia juga mengapresiasi berbagai capaian dan kontribusi PENS dalam pengembangan teknologi serta penguatan ekosistem inovasi nasional.

Senada dengan hal tersebut, Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa PENS akan terus beradaptasi dengan dinamika industri melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi terapan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai prestasi internasional yang diraih PENS, termasuk menempati peringkat pertama di Asia Tenggara untuk kategori all subjects. Selain itu, bidang Industrial and Manufacturing Engineering berhasil masuk lima besar Asia pada kategori politeknik, sementara bidang Computer Science dan energi berada di jajaran 20 besar Asia.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu menghasilkan lulusan, riset, dan inovasi yang kompetitif serta diakui di tingkat global.

Mengusung tema “Kolaborasi Inovasi Berdampak untuk Kemandirian Teknologi Bangsa”, peringatan Dies Natalis ke-38 PENS menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan industri, serta masyarakat. Melalui kolaborasi yang erat, perguruan tinggi vokasi diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak talenta unggul, menghasilkan inovasi yang berdampak, dan mempercepat terwujudnya kemandirian teknologi Indonesia.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang