Mempawah-Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda baru dan 80 Sekolah Garuda Transformasi di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam bidang sains dan teknologi.
Untuk mewujudkan visi Presiden, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Stella Christie meninjau langsung tiga lokasi calon Sekolah Garuda di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (10/9).
Lokasi pertama di Dusun Moton, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, kedua, Lahan SMK N 1 Mempawah Timur, Jl. Djohansah Bakri Antibar, Desa Antibar, Kec. Mempawah Timur, dan ketiga di Pelabuhan Perikanan Kuala Mempawah, Jl. Pangsuma, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.
Wamen Stella menuturkan kepada Bupati Kabupaten Mempawah, Erlina Ria Norsan, bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah mengatakan pada Sidang Tahunan MPR di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR RI, Jumat (15/8) akan hadir Sekolah Garuda di berbagai daerah di Indonesia. Dengan total 100 sekolah, sebanyak 20 unit akan dibangun sebagai Sekolah Garuda baru dan 80 unit lainnya ditransformasi dari sekolah yang sudah ada.
“Sekolah Garuda ini visi langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang sangat penting sekali Pak Presiden ingin membangun STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). Dibandingkan dengan negara tetangga kita, lulusan STEM di Indonesia masih kalah jauh, karena itu, pendekatan pendidikan STEM harus dibangun secara lebih sistematis dan terintegrasi, dimulai dari jenjang prauniversitas. Itulah mengapa ditaruh di Kemdiktisaintek,” papar Wamen Stella di hadapan Bupati Mempawah dan jajaran.
Tinjauan Lokasi
Saat meninjau langsung kondisi topografi lahan di wilayah Moton, Wamen Stella mengungkapkan dari total 24 hektare lahan yang tersedia, pembangunan hanya memerlukan sekitar 2,01 hektare, sementara sisanya akan tetap dikelola bersama masyarakat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin agar masyarakat sekitar tetap dilibatkan, sehingga pembangunan sekolah ini tidak menghilangkan identitas dan potensi lokal yang sudah ada,” kata Wamen Stella.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Stella juga menyebut bahwa pembangunan Sekolah Garuda tidak hanya berorientasi pada ketersediaan lahan dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan ekosistem, kebutuhan masyarakat, serta potensi lokal di sekitarnya.
“Kami melihat di lokasi ini menarik, dari lahan juga cukup ideal, rata, dan tidak membutuhkan biaya besar untuk pengolahan. Infrastruktur seperti air dan listrik tersedia dengan baik,” ujar Wamen Stella.
Wamendiktisaintek menambahkan karakteristik daerah juga menjadi pertimbangan penting.
Menurutnya, keberadaan ekosistem mangrove di Mempawah memiliki nilai strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya terkait riset carbon capture dan carbon storage.
Selain itu, Wamen Stella juga menilai potensi pertanian lokal seperti nanas dan jahe dapat tetap dijaga meskipun sebagian kecil lahan dialokasikan untuk pembangunan sekolah.
Visi Pendidikan Mempawah
Saat mendampingi kunjungan Wamendiktisaintek, Bupati Mempawah menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Garuda. Menurutnya, keberadaan sekolah ini akan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus mewujudkan visi Pendidikan Kabupaten Mempawah (Tingkat Daerah), yakni Menciptakan Kabupaten Mempawah yang Cerdas, Mandiri, dan Terdepan.
“Kami sangat berharap sekolah Garuda ini bisa dibangun di Mempawah. Kami juga sudah mengusulkan ke pusat untuk dibangun Sekolah Rakyat,” ujar Bupati Erlina.
Menanggapinya, Wamen Stella menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Garuda dilakukan secara bertahap. Dalam pengembangannya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga akan melibatkan perguruan tinggi, termasuk Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, guna mendukung kurikulum dan riset berbasis sains serta teknologi.
Sekolah Garuda sendiri merupakan program strategis nasional yang mengintegrasikan pendidikan berbasis riset sains dan teknologi dengan pelibatan ekosistem lokal, sekaligus menjadi pusat inovasi yang mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di Indonesia.
Sebagai informasi tambahan, Sekolah Garuda yang merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tujuannya untuk menyeimbangkan akses ke pendidikan unggul bagi putra-putri bangsa dari keluarga sederhana di daerah yang masih belum terjangkau oleh kemajuan sains dan teknologi.
Program Sekolah Garuda terdiri atas dua komponen yaitu Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru. Sekolah Garuda Transformasi merupakan program penguatan bagi SMA/MA yang ada untuk mengoptimalkan potensi mereka menuju perguruan tinggi terbaik dunia. Sementara Sekolah Garuda Baru fokus pada pembangunan sekolah menengah atas (SMA) berasrama di daerah yang minim akses pendidikan berkualitas.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program Sekolah Garuda menegaskan komitmen untuk terus mendorong pembangunan pendidikan berkualitas di daerah, dengan melibatkan perguruan tinggi setempat, dan masyarakat secara aktif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






