Wamendiktisaintek Tegaskan Peran Manusia dalam Pemanfaatan AI

Kabar

09 June 2026 | 17.15 WIB

Wamendiktisaintek Tegaskan Peran Manusia dalam Pemanfaatan AI

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan bahwa keberhasilan penggunaan Kecerdasan Artifisial (AI) tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi harus berdasarkan kebutuhan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Hal tersebut disampaikan oleh Wamen Stella dalam acara Grab Business Forum 2026, Selasa (9/6).


Dalam paparannya Wamen Stella menekankan bahwa kehadiran manusia memiliki peran penting yang tidak dapat digantikan oleh AI dalam pengambilan keputusan. 


“Kuncinya kembali kepada satu hal, yaitu human capital atau sumber daya manusia. Yang paling fundamental dalam bisnis adalah kemampuan mengambil keputusan, termasuk menentukan persoalan mana yang perlu diselesaikan dengan AI, mana yang tidak perlu diselesaikan dengan AI karena biayanya justru lebih tinggi,” tegas Wamendiktisaintek.


Pada aspek pendidikan, AI berpotensi dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis jika tidak digunakan dengan tepat. Wamen Stella menyoroti tujuan utama pendidikan, yaitu untuk mengembangkan kemampuan berpikir manusia. Wamendiktisaintek juga mengajak peserta untuk mempertanyakan apakah AI dapat menggantikan fungsi intelektual manusia.


Dalam paparannya, Wamen Stella menyampaikan sebuah hasil penelitian yang mengukur dampak penggunaan Large Language Model (LLM) dalam penulisan esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang hanya mengandalkan kemampuan berpikir sendiri (brain only) menghasilkan kualitas esai terbaik, sementara kelompok yang menggunakan LLM justru memperoleh hasil terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada AI dapat mengurangi kemampuan berpikir, bernalar, dan menyusun argumen secara mandiri.


Di sisi lain, berbagai survei internasional menunjukkan bahwa implementasi AI mampu meningkatkan produktivitas di berbagai sektor. Karena itu, pendekatan yang diperlukan bukan menolak AI, melainkan memahami secara cermat keseimbangan antara manfaat dan risikonya. Untuk itu, Wamen Stella menekankan pentingnya kemampuan untuk mengambil keputusan, memahami kebutuhan penggunaan AI, menentukan waktu adopsi, dan mengevaluasi hasil dari penggunaan AI.


Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat pengembangan talenta dan sumber daya manusia yang siap menghadapi era AI.


“Itu yang harus kita lakukan bersama dan itu menjadi pekerjaan besar bagi Kementerian kami dan perguruan tinggi, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami, memanfaatkan, dan mengevaluasi perkembangan kecerdasan artifisial secara tepat,” tutup Wamendiktisaintek.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak



/

5

Ulas Sekarang