Pontianak-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan komitmen kampus sebagai garda terdepan pembangunan bangsa dalam dialog strategis bersama pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Politeknik, serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan di Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kamis malam (23/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh 50 pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat, dan menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini merupakan rangka pembuka kunjungan kerja Mendiktisaintek di Pontianak, yang dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi (Monev) Pelaksanaan UTBK-SNBT pada Jumat (24/4).
Dalam arahannya, Mendiktisaintek menegaskan peran kampus dalam pembangunan bangsa melalui implementasi konsep kampus berdampak, dimana aktivitas akademik harus terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita ingin pengetahuan, riset, serta mahasiswa yang belajar di kampus betul-betul dapat melakukan praktik langsung sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar,” tegas Menteri Brian.
Lebih lanjut, Mendiktisaintek menegaskan pentingnya menjaga integritas lingkungan kampus dari berbagai bentuk kekerasan. Menteri Brian juga menyoroti tantangan pembinaan mahasiswa di era digital serta pentingnya peran pendidik dalam membentuk karakter.
Selain itu, Menteri Brian juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap berbagai kendala yang dihadapi perguruan tinggi. Kemdiktisaintek berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi melalui penyederhanaan regulasi dan penguatan peran LLDikti sebagai lembaga layanan.
“Kami dengan senang hati menerima masukan-masukan untuk perbaikan layanan termasuk melalui LLDikti,” jelas Mendiktisaintek.
Dalam sesi dialog, pimpinan perguruan tinggi menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait akses pendidikan bagi mahasiswa dari daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta kuota KIP Kuliah.
Di tengah berbagai tantangan, pendidikan tinggi tetap memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi unggul. Mendiktisaintek mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk tetap optimis dalam mendidik generasi muda untuk menjadi motor penggerak pembangunan di masa depan
“Kita harus tetap optimis, bergerak bersama sama untuk mendidik mereka. Saya yakin diantara mereka pasti ada yang nantinya bukan hanya menjadi pemimpin di masyarakat, tetapi menjadi pemimpin bangsa, pelopor pembangunan,” tegas Menteri Brian.
Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






