Mendiktisaintek: Penguasaan Iptek, Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Kabar

25 February 2026 | 16.15 WIB

Mendiktisaintek: Penguasaan Iptek, Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) merupakan kunci utama bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing global dan keluar dari middle income trap. Hal ini disampaikan pada Ramadhan Leadership ICMI 2026 yang diselenggarakan di BRIN kawasan Gatot Subroto, Rabu (25/2)


Dalam paparannya, Menteri Brian menyoroti bahwa struktur industri di indonesia masih didominasi oleh sektor operasional serta belum berbasis teknologi, sehingga berpotensi tertinggal dalam kompetisi global. Mendiktisaintek juga menyoroti tantangan defisit talenta global yang akan membuat Indonesia kehilangan talenta unggul.


“Defisit talenta global ini memberikan tantangan tersendiri bagi bangsa kita, artinya akan banyak negara yang membutuhkan talenta-talenta yang memiliki kualifikasi penguasaan sains dan teknologi lebih tinggi,” jelas Menteri Brian.


Mendiktisaintek juga menuturkan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan per kapita sebagai indikator utama menuju negara maju yang hanya dicapai melalui penguatan pendidikan tinggi, industrialisasi berbasis teknologi, hilirisasi sumber daya, serta kemandirian pangan nasional.


“Kita harus bisa mengejar ketertinggalan kita dengan menguasai teknologi dan membangun industri di tanah kita sendiri,” tegas Menteri Brian.


Namun demikian, Menteri Brian juga menyebutkan upaya keluar dari middle income trap harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai sains dan teknologi. Momentum bonus demografi hingga 2040 merupakan jendela kesempatan krusial bagi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi.


“Kondisi demografi usia produktif kita masih lebih tinggi dari usia 50% dari usia non-produktif itu sampai 2040. Kalau kita melewati momen itu, berarti kita belum tentu bisa menjadi negara maju dan harus menunggu 50 tahun lagi 100 tahun lagi,” tutur Mendiktisaintek.


Sebagai penutup, Mendiktisaintek mengajak para peserta untuk mengadopsi etos kerja dan nilai-nilai spiritual yang kuat. Dengan memadukan penguasaan sains teknologi tinggi dan semangat pengabdian bagi bangsa, Indonesia optimis dapat mengulang sejarah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif



/

5

Ulas Sekarang